Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Sebabkan 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Nasional Ungkap Fakta

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Januari 2025 | 10:05 WIB
Ilustrasi makan bergizi gratis.  (AyoBandung/Muslim Yanuar Putra)
Ilustrasi makan bergizi gratis. (AyoBandung/Muslim Yanuar Putra)

PONTIANAKGLOBE.COM, SUKOHARJO -- Sebanyak 40 siswa SD Negeri Dukuh 03, Sukoharjo, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 16 Januari 2025.

Makanan yang diduga kurang matang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan pusing, meskipun kondisi mereka tidak memerlukan perawatan rumah sakit.

Baca Juga: Pemerintah Layani Makan Bergizi Gratis di SLB, Menu Disusun Ahli Gizi

Pihak berwenang menjelaskan bahwa insiden ini murni kesalahan teknis dan sudah ditangani dengan cepat.

Sebanyak 40 siswa dari SD Negeri Dukuh 03, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 16 Januari 2025.

Mereka mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing, namun tidak membutuhkan perawatan rumah sakit.

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, Kunari Mahanani, memastikan bahwa seluruh siswa yang terdampak sudah mendapatkan penanganan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Keracunan diduga akibat ayam tepung yang kurang matang.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Sudah Jangkau 650 Ribu Orang, Ini Target Selanjutnya

Pengelola Satuan Pelaksanaan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kodim 0726/Sukoharjo mengakui bahwa ayam yang disajikan tidak dimasak dengan sempurna, yang menyebabkan siswa mengeluh sakit perut.

Kepala SD Negeri Dukuh 03, Lilik Kurniasih, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dengan menu yang mencakup nasi putih, ayam tepung, tumis wortel tahu, buah naga, dan susu.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa insiden ini adalah kesalahan teknis tanpa unsur kesengajaan.

Baca Juga: Tambah Kecap Manis di Steak, Rasanya Jadi Lebih Nikmat! Begini Kata Chef Guga

Ia mengapresiasi langkah cepat petugas yang segera menarik sisa makanan sebanyak 2.400 porsi yang kemudian diganti dengan telur.

Dadan memastikan bahwa para siswa yang terdampak telah membaik dan kembali bersekolah. "Mereka sudah kembali sekolah dan diberikan pelayanan makan," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X