Fenomena Aneh di India, Ratusan Orang Alami Kerontokan Rambut Parah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 19 Januari 2025 | 05:05 WIB
Ilustrasi rambut rontok seperti yang terjadi di India secara ekstrem. (Freepik)
Ilustrasi rambut rontok seperti yang terjadi di India secara ekstrem. (Freepik)

"Ini mungkin disebabkan oleh air tercemar. Sampel telah kami kumpulkan untuk diuji," ungkap Dr. Rahekar.

Baca Juga: Tambah Kecap Manis di Steak, Rasanya Jadi Lebih Nikmat! Begini Kata Chef Guga

Sampel air dari wilayah terdampak kini diperiksa untuk mendeteksi keberadaan polutan, seperti logam berat atau residu pupuk, yang mungkin memicu kerontokan rambut.

Namun, petugas kesehatan distrik, Amol Geete, menjelaskan bahwa infeksi jamur pada kulit kepala tampaknya menjadi penyebab utama.

"Sebanyak 99 persen kasus menunjukkan adanya infeksi jamur yang merusak folikel rambut dan menyebabkan kebotakan," ujar Geete.

Ia juga menambahkan bahwa perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah kontaminasi air memperburuk kondisi tersebut.

"Kami akan menguji air untuk mengetahui apakah ada logam berat yang meningkatkan risiko infeksi jamur," tambahnya.

Baca Juga: Jangan Dibuang, Minyak Jelantah Bisa Menjadi Uang! Ikuti Langkah Tukar Menukarnya

Langkah Penanganan

Sebagai respons cepat, Departemen Kesehatan Maharashtra bekerja sama dengan spesialis kulit untuk memberikan perawatan kepada warga yang terdampak.

Sampel rambut dan kulit kepala telah dikirim ke Akola Medical College untuk dianalisis.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyebab pasti wabah tersebut.

Kerontokan rambut mendadak seperti ini umumnya dipicu oleh faktor eksternal, seperti infeksi atau polusi.

Infeksi jamur yang menyerang kulit kepala dapat merusak folikel rambut secara permanen, menyebabkan kebotakan parah.

Meski infeksi jamur diyakini sebagai penyebab utama, potensi kontaminasi air tetap diselidiki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X