Pelaksanaan Program MBG
Makanan bergizi dalam program MBG akan disalurkan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dedek Uki Prayudi, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, menyampaikan bahwa distribusi makanan dilakukan melalui dua skema:
1. Posyandu mengantarkan makanan langsung ke rumah penerima manfaat.
2. Penerima manfaat datang ke Posyandu untuk mengambil makanan.
“Namun, skema kedua tidak berlaku bagi ibu hamil dengan kehamilan besar yang mobilitasnya terbatas,” jelas Dedek.
Kader Posyandu akan aktif menjemput dan mengantarkan makanan agar penerima manfaat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan mobilitas, tetap mendapatkan akses.
Program MBG di DKI Jakarta
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh, juga memastikan bahwa program MBG akan mencakup ibu hamil, selain anak sekolah.
“Tadi sudah disampaikan, program ini bukan hanya untuk siswa SD, SMP, dan SMA, tetapi juga untuk ibu hamil. Di DKI Jakarta, insya Allah dimulai pada 9 Januari,” ujar Teguh pada Senin, 6 Januari 2025.
Pemerintah Prabowo-Gibran menunjukkan komitmen dalam memperbaiki gizi masyarakat melalui program MBG.
Program ini telah melalui uji coba di beberapa wilayah sebelum peluncurannya pada 6 Januari 2025.
Peluncuran MBG menegaskan perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan, khususnya dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang.
Artikel Terkait
Minuman Buka Puasa yang Cocok untuk Ibu Hamil
5 Jenis Olahan Ikan yang Bisa Kamu Coba saat Jalani Diet Keto. Ibu Hamil Perhatikan Hal Berikut Ini
Cek Syarat Penerima Bansos PKH Tahap 4 Oktober 2023, Peserta Ibu Hamil dan Anak Sekolah Miskin Dapat Bantuan!
Gibran Minta Maaf atas Kesalahan Sebut Asam Folat Jadi Asam Sulfat untuk Ibu Hamil
Gibran Keseleo Lidah, Sebut Asam Sulfat untuk Ibu Hamil: Ini Perbedaan dengan Asam Folat yang Kamu Harus Tahu Agar Tak Ikut-ikutan Slip of the Tongue