Tragedi Penerbangan Azerbaijan Airlines, 67 Penumpang, 38 Tewas di Kazakhstan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 26 Desember 2024 | 09:36 WIB
Pesawat penumpang Azerbaijan Airlanes jatuh di Kota Aktau, Kazakhstan, dalam perjalanan dari Baku ke Grozny, Rusia, pada Rabu (25/12/2024). (REUTERS/Azamat Sarsenbayev)
Pesawat penumpang Azerbaijan Airlanes jatuh di Kota Aktau, Kazakhstan, dalam perjalanan dari Baku ke Grozny, Rusia, pada Rabu (25/12/2024). (REUTERS/Azamat Sarsenbayev)

Mereka langsung memadamkan api dan mengevakuasi penumpang.

Baca Juga: Prabowo Serahkan Pesawat Keempat C-130J Super Hercules untuk TNI AU, Disaksikan oleh Jokowi

Badan pengawas penerbangan Rusia menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan disebabkan oleh burung yang menabrak pesawat, sehingga pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat.

Namun, beberapa spekulasi muncul karena kecelakaan terjadi tidak lama setelah serangan drone di wilayah selatan Rusia, yang menyebabkan penutupan beberapa bandara di jalur penerbangan pesawat tersebut.

Pemerintah Kazakhstan telah membentuk komisi investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

Baca Juga: Pesawat Japan Airline Tabrakan di Bandara Tokyo, Begini Kondisi Para Penumpang dan Awak Pesawat

"Komisi akan segera terbang ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan memastikan bantuan diberikan kepada keluarga korban," demikian pernyataan resmi pemerintah.

Kazakhstan juga akan bekerja sama dengan Azerbaijan dalam penyelidikan ini.

Sebagai langkah pencegahan, Azerbaijan Airlines menangguhkan sementara penerbangan dari Baku ke Grozny dan Makhachkala, Dagestan, hingga investigasi selesai.

Insiden ini menambah catatan tragis dalam dunia penerbangan dan menyoroti pentingnya keselamatan serta pengawasan penerbangan di wilayah konflik atau dengan risiko teknis tinggi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: CNN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X