Mahathir Mohamad Dirawat di RS Jantung Kuala Lumpur, Begini Profil dan Perjalanan Hidup Mantan PM Malaysia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 11:10 WIB
Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad  (FM)
Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad (FM)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, kini menjalani perawatan di Institut Jantung Nasional Kuala Lumpur sejak malam Selasa, 15 Oktober 2024, sebagaimana diungkapkan oleh juru bicaranya.

Pada usia 99 tahun, Mahathir sedang dirawat karena infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah.

Baca Juga: Setelah 8 Tahun Bersama, Neida Aleida Tinggalkan HiVi! dan Sampaikan Pesan Haru

Dia juga telah diberikan cuti medis hingga 25 Oktober.

Selama beberapa tahun terakhir, Mahathir telah beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan yang berulang, termasuk beberapa serangan jantung dan operasi bypass.

Masyarakat Malaysia dan para penggemarnya di seluruh dunia mendoakan kesembuhan mantan pemimpin ini, yang memiliki peranan penting dalam pembangunan dan politik negara selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Kimberly Ryder Menyesal Abaikan Nasihat Ibu, Pesan Penting untuk Wanita

Mahathir bin Mohamad merupakan seorang politikus yang menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama dua periode, yaitu dari 1981 hingga 2003 dan kembali dari 2018 hingga 2020.

Dia lahir pada 10 Juli 1925, meskipun catatan resmi menyebutkan 20 Desember sebagai tanggal lahirnya.

Ia menempuh pendidikan di Sultan Abdul Hamid College dan Universitas Malaya di Singapura, mengambil jurusan kedokteran.

Setelah lulus pada tahun 1953, Mahathir bekerja sebagai petugas medis pemerintah hingga 1957 sebelum masuk ke praktik swasta.

Baca Juga: Prabowo Beri Pembekalan Calon Menteri, Bahas Geopolitik hingga Ekonomi Selama 11 Jam

Pada tahun 1964, ia terpilih menjadi anggota parlemen sebagai anggota UMNO, partai dominan dalam koalisi pemerintahan yang berkuasa.

Namun, pada 1969, Mahathir dikeluarkan dari UMNO setelah mempertahankan nasionalisme etnis Melayu, yang menyebabkan konflik dengan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman.

Meskipun secara politik dominan, mayoritas etnis Melayu di Malaysia masih jauh lebih miskin dibandingkan etnis minoritas Tionghoa yang menguasai ekonomi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X