Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fenomena childfree.
Faktor Penyebab Tren Childfree di Indonesia
Menurut penelitian "Childfree di Indonesia" oleh Akademisi Universitas Pelita Harapan pada Juni 2024, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat memilih gaya hidup childfree:
1. Finansial: Biaya hidup yang terus meningkat, termasuk biaya pendidikan anak, menjadi faktor utama.
Meskipun ada fasilitas pendidikan gratis, tidak semua keluarga dapat memanfaatkannya sepenuhnya.
Baca Juga: Protes di Gedung DPRDm Aliansi Perlawanan Darurat Minta Penundaan Raperda RTRW Kalbar
2. Pengaruh Budaya Barat: Budaya barat yang berkembang, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z, membawa ide-ide liberal seperti childfree.
Liberalisme yang menekankan kebebasan individu juga berperan dalam meningkatnya tren ini.
3. Trauma Masa Lalu: Mereka yang memiliki trauma masa lalu mungkin merasa takut atau tidak siap untuk menjadi orang tua.
Childfree dianggap sebagai cara untuk mencegah anak mengalami penderitaan yang sama.
Tekanan sosial dan budaya di Indonesia yang cenderung konservatif juga dapat menambah beban emosional bagi mereka yang memiliki trauma.
Fenomena childfree mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas, dan memahami berbagai faktor yang mempengaruhinya penting untuk mengetahui tren sosial di Indonesia. ***
Artikel Terkait
7 Alasan Mengapa Life Skill Wajib DIajarkan Sejak Dini kepada Anak? Baca Sampai Habis, Nomor 7 Penting Banget
10 Life Skill yang Harus Diajarkan Orang Tua di Rumah kepada Anak Kelas 1 Sekolah Dasar
Life Skill yang Harus Diajarkan Orang Tua kepada Anak Seusia Kelas 2 Sekolah Dasar saat Berada di Rumah
Life Skill yang Wajib Diajarkan kepada Anak Usia Kelas 2 SD Oleh Orang Tua di Rumah
10 Alasan Mengapa Life Skill Berenang Wajib Diajarkan kepada Anak Sejak Dini
Life Skill yang Harus Diajarkan kepada Anak Kelas 2 Sekolah Dasar, Ini Manfaatnya