Pujian Paus Fransiskus Ungkap Indonesia Banyak Anak, Intip Bahaya Childfree yang Mengintai

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Jumat, 13 September 2024 | 05:05 WIB
Ilustrasi seorang bayi.  (Unsplash.com @Valeria Zoncoll)
Ilustrasi seorang bayi. (Unsplash.com @Valeria Zoncoll)

Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk fenomena childfree.

Faktor Penyebab Tren Childfree di Indonesia

Menurut penelitian "Childfree di Indonesia" oleh Akademisi Universitas Pelita Harapan pada Juni 2024, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat memilih gaya hidup childfree:

1. Finansial: Biaya hidup yang terus meningkat, termasuk biaya pendidikan anak, menjadi faktor utama.

Meskipun ada fasilitas pendidikan gratis, tidak semua keluarga dapat memanfaatkannya sepenuhnya.

Baca Juga: Protes di Gedung DPRDm Aliansi Perlawanan Darurat Minta Penundaan Raperda RTRW Kalbar

2. Pengaruh Budaya Barat: Budaya barat yang berkembang, terutama di kalangan generasi milenial dan generasi Z, membawa ide-ide liberal seperti childfree.

Liberalisme yang menekankan kebebasan individu juga berperan dalam meningkatnya tren ini.

3. Trauma Masa Lalu: Mereka yang memiliki trauma masa lalu mungkin merasa takut atau tidak siap untuk menjadi orang tua.

Childfree dianggap sebagai cara untuk mencegah anak mengalami penderitaan yang sama.

Tekanan sosial dan budaya di Indonesia yang cenderung konservatif juga dapat menambah beban emosional bagi mereka yang memiliki trauma.

Fenomena childfree mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas, dan memahami berbagai faktor yang mempengaruhinya penting untuk mengetahui tren sosial di Indonesia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BPS, Independent, Unair, World Bank, Jurnal Syntax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X