Di Tengah Krisis Suksesi, Pangeran Hisahito Capai Usia Dewasa 18 Tahun

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 8 September 2024 | 19:12 WIB
Pangeran Hisahito, anak laki-laki dari Putra dan Putri Mahkota Akishino, genap berusia 17 tahun pada 6 September lalu. Untuk memperingatinya, Badan Rumah Tangga Kekaisaran merilis video tentang pangeran tersebut yang tengah berkunjung ke fasilitas penelitian pertanian dan pangan di Kota Tsukuba. (NHK)
Pangeran Hisahito, anak laki-laki dari Putra dan Putri Mahkota Akishino, genap berusia 17 tahun pada 6 September lalu. Untuk memperingatinya, Badan Rumah Tangga Kekaisaran merilis video tentang pangeran tersebut yang tengah berkunjung ke fasilitas penelitian pertanian dan pangan di Kota Tsukuba. (NHK)

PONTIANAKGLOBE.COM, TOKYO -- Pangeran Hisahito merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada Jumat, 6 September 2024.

Momen ini menjadi anggota pria pertama dari keluarga kekaisaran Jepang yang mencapai usia dewasa dalam hampir 40 tahun.

Baca Juga: Putri Aiko Bangsawan Jepang, Putri Jepang Paling Kesepian di Dunia

Peristiwa ini menjadi momen penting bagi keluarga kerajaan yang telah berkuasa selama lebih dari seribu tahun, namun kini menghadapi tantangan terkait populasi yang menua dan berkurang.

Kondisi ini juga serupa dengan tantangan yang dihadapi negara Jepang secara keseluruhan.

Menurut laporan AP, Pangeran Hisahito, yang diproyeksikan menjadi kaisar di masa depan.

Ia adalah keponakan dari Kaisar Jepang, Naruhito.

Ayahnya, Putra Mahkota Akishino, adalah anggota pria terakhir yang mencapai usia dewasa dalam keluarga kerajaan pada tahun 1985.

Baca Juga: Mengejutkan Urawa Red Diamonds, Klub dari Jepang Tantang Man City di Semifinal Piala Dunia Antarklub, Ini Prediksi Gol-nya

Dari 17 anggota keluarga kekaisaran yang telah dewasa, hanya ada empat pria, dengan Hisahito menjadi yang termuda.

Kondisi ini menimbulkan tantangan serius bagi keberlanjutan sistem suksesi kekaisaran yang melarang perempuan naik takhta.

Pemerintah Jepang saat ini tengah mempertimbangkan cara-cara untuk menjaga stabilitas garis suksesi tanpa mengandalkan perempuan, sesuai dengan Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran 1947.

Undang-undang ini, yang mempertahankan nilai-nilai konservatif pra-perang, hanya mengizinkan pria naik takhta dan memaksa perempuan dari keluarga kerajaan kehilangan statusnya jika menikah dengan rakyat biasa.

Meskipun Putri Aiko, anak tunggal Kaisar Naruhito, sangat populer di kalangan masyarakat sebagai calon permaisuri, undang-undang saat ini melarangnya untuk mewarisi takhta.

Garis suksesi sendiri saat ini menunjukkan bahwa Kaisar Naruhito diikuti oleh saudaranya, Putra Mahkota Akishino, dengan Pangeran Hisahito berada di urutan berikutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: NHK, AP

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X