Dataran Tinggi Golan yang Strategis, Alasan di Balik Pertempuran Antara Israel dan Hezbollah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 31 Juli 2024 | 10:32 WIB
Gambar lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan setelah terkena serangan roket. (Twitter/War Monitor)
Gambar lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan setelah terkena serangan roket. (Twitter/War Monitor)

Dengan menguasai Golan, Israel dapat mengancam ibu kota Damaskus yang berjarak 60 kilometer dan mengamankan sumber air minum bagi populasinya.

Baca Juga: Gol Jens Raven Antar Indonesia Juara Piala AFF U-19 2024

Pemerintah Israel menolak menggunakan Golan sebagai alat tawar perdamaian.

Saat ini, lebih dari 30 pemukiman Yahudi dengan sekitar 20.000 warga Israel berada di Golan.

Pemukiman ini dianggap ilegal menurut hukum internasional, meskipun Israel menyangkalnya.

Mereka hidup berdampingan dengan sekitar 20.000 warga lokal, mayoritas etnis Arab Druze.

Siapa Druze?

Druze adalah kelompok etnoreligius Arab yang tersebar di Suriah, Lebanon, dan Israel.

Mereka adalah mayoritas di Golan dan banyak yang merasa terikat dengan Suriah, memiliki keluarga di sana.

Salah satu desa Druze, Majdal Shams, menjadi sasaran serangan roket pada Sabtu (27/7).

Warga Druze di Golan bisa mengajukan kewarganegaraan Israel, namun hanya sedikit yang melakukannya, kebanyakan tetap menjadi warga negara Suriah atas dasar loyalitas. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X