Penerima Vaksin AstraZeneca Tak Perlu Khawatir TTS, Stok Telah Ditarik dan Aman! BPOM Pastikan Vaksin Sudah Tidak Beredar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 10 Mei 2024 | 18:25 WIB
AstraZeneca menarik vaksin Covid-19 di seluruh dunia  (Unsplash/ MufidMajnun)
AstraZeneca menarik vaksin Covid-19 di seluruh dunia (Unsplash/ MufidMajnun)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Setelah diketahui bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat menyebabkan efek samping sindrom trombosis trombositopenia (TTS), AstraZeneca akhirnya menarik vaksin tersebut dari peredaran.

Pakar Imunologi, Prof Dr Iris Rengganis SpPD, menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan dampak vaksin AstraZeneca yang telah diberikan selama pandemi sebelumnya.

Selain itu, vaksin ini sudah tidak digunakan di Indonesia sejak tahun lalu.

Baca Juga: Agoes Projosasmito Memuncaki Daftar Orang Terkaya di Indonesia Mei 2024, Menggantikan Djoko Susanto, Ini Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia

"Setelah satu tahun, imunitas dari vaksin tersebut mulai menurun. Misalnya, enam bulan setelah divaksinasi, khasiatnya sudah menurun," ungkap Iris.

Jika ada masyarakat yang mengalami sakit kepala atau linu beberapa bulan setelah divaksinasi dengan AstraZeneca, menurut Iris, hal itu tidak selalu disebabkan oleh efek samping vaksin.

Dia menyarankan agar untuk memastikan, konsultasikan dengan dokter terkait.

Iris menjelaskan bahwa biasanya vaksin memerlukan lebih dari 5 tahun untuk dikembangkan.

Namun, karena situasi pandemi membutuhkan vaksin dengan segera, proses pembuatan vaksin Covid-19 memakan waktu rata-rata 18 bulan.

Baca Juga: Gawe Dayak Naik Dango ke-XXIV: Merayakan Tradisi, Memperkuat Identitas, Menuju Kemajuan

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa vaksin tetap memberikan manfaat besar dalam menangani pandemi.

Iris juga menyarankan agar masyarakat mempertimbangkan vaksin Covid-19 dari jenis lain, seperti vaksin buatan Indonesia seperti Indovac, untuk melindungi diri dari penyakit tersebut.

Dalam konteks ini, Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Prof Hinky Hindra Irawan Satari, menyatakan bahwa tidak ada laporan kejadian TTS akibat vaksin AstraZeneca di Indonesia.

Hal ini didasarkan pada surveilans aktif yang telah dilakukan selama lebih dari satu tahun oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Komnas KIPI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan BPOM.

Bahkan BPOM juga memastikan bahwa tidak ada kasus TTS terkait vaksin AstraZeneca di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X