PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengumumkan niatnya untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes keras dan kritik moral terhadap kondisi negara.
Baca Juga: Samsung Galaxy AI Hadir di Seri S23 dan Tab S9, Begini Manfaatnya
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang anak muda dari Semarang, Jawa Tengah, yang hadir dalam kegiatan "Tabrak Prof!" pada Selasa, 23 Januari 2024.
"Negara kita sedang menghadapi masalah serius. Kita melihat indikasi penyimpangan kekuasaan, ketidaknetralan negara dalam pemilu, pengerahan aparat, dan tindakan presiden yang melibatkan perangkat desa," ujar Mahfud MD dalam merespons pertanyaan tersebut.
Anak muda tersebut mengacu pada saran Calon Presiden Ganjar Pranowo yang menyarankan Mahfud untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM. Ganjar berpendapat bahwa langkah ini akan menjaga integritas pemilu dan menghindari konflik kepentingan.
Mahfud MD menegaskan, "Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dan Pak Ganjar sejak awal bahwa saya pada saat yang tepat akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik."
Dia mencoba memberikan contoh agar pejabat negara tidak menyalahgunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye. "Tapi upaya percontohan itu tidak berhasil," ungkapnya. Oleh karena itu, Mahfud memutuskan untuk mengundurkan diri, tetapi tetap memastikan masa transisi berlangsung dengan baik.
Setelah debat terakhir, Mahfud MD menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Meskipun memiliki pengalaman panjang dalam berbagai jabatan, dia tetap rendah hati dan menyatakan bahwa ia belajar banyak dari Presiden Jokowi.
Baca Juga: Poco X6 5G: Smartphone 5G dengan HyperOS Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
Mahfud menjelaskan bahwa alasan mundurnya adalah untuk memberi contoh integritas, menghindari penyalahgunaan fasilitas negara, dan mengajak pemilih untuk memilih pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan.
"Dengan ketulusan, saya akan meneruskan tugas-tugas itu bersama Ganjar Pranowo. Mari kita jadikan tanggal 14 Februari sebagai pengadilan rakyat, pilihlah pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan dan tidak menyebut fasilitas negara sebagai pemberian personal, karena itu adalah milik negara," tandasnya.
Acara "Tabrak Prof!" dapat disaksikan melalui Instagram @mohmahfudmd, TikTok @mohmahfudmdofficial, dan YouTube Mahfud MD Official. ***
Baca Juga: Prabowo Nostalgia di Acara Alumni AS Relawan Erick Thohir, Nyanyikan Lagu The Beatles dan Rock 60an
Artikel Terkait
Pilot Garuda Dipanggil Direksi Seusai Berpose Tiga Jari dengan Mahfud MD: Arsjad Rasjid Singgung Demokrasi yang Asik
Terbaru! Daftar Anggota Tim Pemenangan Nasional Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang Siap Tempur, Ternyata Banyak Anak Buah Jokowi
Prof Mahfud Md Kunjungi Kampung Halamannya di Madura. Gelar Istighosah dan Ajak Warga Pilih Pemimpin Indonesia yang Bersih dan Tak Terlibat KKN
KH Yazid Karimullah Dukung Mahfud MD di Pilpres, Pengasuh Ponpes Nurul Qarnain: Saya Bulat Ikut Penerus Gus Dur
Menko Polhukam Mahfud MD Tanggapi Cerita Agus Rahardjo Tentang Intervensi Kasus e-KTP, Mahfud: Hanya Agus yang Tahu
Menko Polhukam Mahfud MD Jamin Natal dan Tahun Baru Aman, Seusai Bertemu PGI