Mahfud MD Berencana Mundur dari Kabinet Indonesia Maju sebagai Bentuk Protes Keras

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Selasa, 23 Januari 2024 | 21:43 WIB
Mahfud MD (Dok. Pontianak Globe)
Mahfud MD (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengumumkan niatnya untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes keras dan kritik moral terhadap kondisi negara.

Baca Juga: Samsung Galaxy AI Hadir di Seri S23 dan Tab S9, Begini Manfaatnya

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang anak muda dari Semarang, Jawa Tengah, yang hadir dalam kegiatan "Tabrak Prof!" pada Selasa, 23 Januari 2024.

"Negara kita sedang menghadapi masalah serius. Kita melihat indikasi penyimpangan kekuasaan, ketidaknetralan negara dalam pemilu, pengerahan aparat, dan tindakan presiden yang melibatkan perangkat desa," ujar Mahfud MD dalam merespons pertanyaan tersebut.

Anak muda tersebut mengacu pada saran Calon Presiden Ganjar Pranowo yang menyarankan Mahfud untuk mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM. Ganjar berpendapat bahwa langkah ini akan menjaga integritas pemilu dan menghindari konflik kepentingan.

Baca Juga: 7 Keunggulan Suzuki Fronx 2024, SUV Kompak Terjangkau Rp134 Jutaan. Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Memiliki-nya

Mahfud MD menegaskan, "Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dan Pak Ganjar sejak awal bahwa saya pada saat yang tepat akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik."

Dia mencoba memberikan contoh agar pejabat negara tidak menyalahgunakan jabatan dan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye. "Tapi upaya percontohan itu tidak berhasil," ungkapnya. Oleh karena itu, Mahfud memutuskan untuk mengundurkan diri, tetapi tetap memastikan masa transisi berlangsung dengan baik.

Setelah debat terakhir, Mahfud MD menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Meskipun memiliki pengalaman panjang dalam berbagai jabatan, dia tetap rendah hati dan menyatakan bahwa ia belajar banyak dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: Poco X6 5G: Smartphone 5G dengan HyperOS Segera Hadir di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Mahfud menjelaskan bahwa alasan mundurnya adalah untuk memberi contoh integritas, menghindari penyalahgunaan fasilitas negara, dan mengajak pemilih untuk memilih pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Dengan ketulusan, saya akan meneruskan tugas-tugas itu bersama Ganjar Pranowo. Mari kita jadikan tanggal 14 Februari sebagai pengadilan rakyat, pilihlah pemimpin yang tidak menyalahgunakan kekuasaan dan tidak menyebut fasilitas negara sebagai pemberian personal, karena itu adalah milik negara," tandasnya.

Acara "Tabrak Prof!" dapat disaksikan melalui Instagram @mohmahfudmd, TikTok @mohmahfudmdofficial, dan YouTube Mahfud MD Official. ***

Baca Juga: Prabowo Nostalgia di Acara Alumni AS Relawan Erick Thohir, Nyanyikan Lagu The Beatles dan Rock 60an

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X