Pakar Transportasi ITB Sony Sulaksono Wibowo: Pentingnya Jalur Ganda Cegah Kecelakaan Kereta Api di Cicalengka

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 5 Januari 2024 | 17:20 WIB
Ir R Sony Sulaksono Wibowo MT PhD (itb.ac.id)
Ir R Sony Sulaksono Wibowo MT PhD (itb.ac.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Pada pukul 06.30 WIB, Jumat, 5 Januari 2023, terjadi tabrakan antara Kereta Api Turangga PLB 65A dan Kereta Api Commuterline Bandung 350 di petak jalan Haurpugur-Cicalengka Km 181+700, Kabupaten Bandung.

KA Turangga berangkat dari Stasiun Gubeng, Surabaya, menuju Stasiun Bandung, sementara KA Commuterline Bandung berangkat dari Padalarang menuju Cicalengka.

Baca Juga: Prediksi Chelsea vs Preston: Kans Chelsea untuk Kembali ke Jalur Kemenangan

Ir R Sony Sulaksono Wibowo MT PhD, seorang pakar Transportasi dari ITB, dalam Kelompok Keahlian Rekayasa Transportasi, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), menyatakan bahwa masih banyak jalur kereta api di Indonesia yang menggunakan jalur tunggal (single track), yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Dalam konteks jalur tunggal, ia menjelaskan bahwa kereta api harus bergantian, dengan memberikan prioritas kepada kereta seperti Turangga.

Kereta lokal harus menunggu di emplasemen stasiun terdekat hingga kereta Turangga lewat, baru kemudian dapat melanjutkan perjalanan di jalur utama.

Baca Juga: Cornelia Agatha Berduka, Hadiri Pemakaman Rizal Ramli

Ia menambahkan bahwa kemungkinan terjadinya tabrakan di jalur yang sama dapat disebabkan oleh masalah sinyal, komunikasi, atau faktor lainnya.

"Ada kemungkinan karena miskomunikasi, baik itu dari sinyal, masinis, atau isyarat. Komunikasi dilakukan melalui sinyal dan isyarat," ungkapnya seperti dikutip dari www.itb.ac.id. 

Terhadap insiden tersebut, Wibowo menyarankan agar segera dibangun jalur ganda (double track) untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Baca Juga: Poco C65, HP China Harga Sejutaan dengan RAM 16 GB dan NFC

"Penting untuk segera membangun jalur ganda di jalur selatan. Saat ini, hanya jalur utara yang sudah memiliki double track, sedangkan jalur selatan tertunda. Meskipun demikian, kereta api tetap menjadi pilihan favorit untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat musim liburan," tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya peningkatan dalam menangani berbagai potensi masalah di lapangan terkait komunikasi, seperti perbaikan sinyal dan komunikasi insyarat di jalur yang masih menggunakan single track. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: itb.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X