Lebih dari 140 Orang Tewas dalam Serangan Malam Natal di Desa-desa Terpencil di Negeria

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 1 Januari 2024 | 17:13 WIB
Ilustrasi penembakan. (Shutterstock)
Ilustrasi penembakan. (Shutterstock)

Persaingan untuk mendapatkan sumber daya alam antara penggembala nomaden dan petani, yang semakin intensif karena pesatnya pertumbuhan penduduk dan tekanan iklim, juga telah memperburuk ketegangan sosial dan memicu kekerasan.

Baca Juga: Walk for Peace: 127 Bhikku dan Umat awam Buddha Theravada Thailand Kunjungi Vatikan Majukan Perdamaian Global

Konflik jihad telah berkecamuk di timur laut Nigeria sejak 2009, menewaskan puluhan ribu orang dan membuat sekitar 2 juta orang mengungsi, ketika Boko Haram berjuang untuk mendapatkan supremasi dengan saingannya yang terkait dengan kelompok ISIS.

Respon Pemerintah
Tentara Nigeria mengatakan pihaknya telah memulai “operasi pembersihan” untuk mencari tersangka, dengan bantuan badan keamanan lainnya, meskipun penangkapan jarang terjadi dalam serangan semacam itu.

Presiden Nigeria Bola Tinubu, yang terpilih tahun ini setelah berjanji untuk mengatasi tantangan keamanan yang gagal diatasi oleh pendahulunya, menginstruksikan badan keamanan untuk “menyelidiki setiap bagian zona tersebut dan menangkap pelakunya,” menurut sebuah pernyataan dari kantornya.

Ia juga memerintahkan “mobilisasi segera sumber daya bantuan” bagi para penyintas dan perawatan medis segera bagi yang terluka. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: Vatican News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X