PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON DC -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak Israel untuk menjaga keamanan warga sipil di Gaza, terutama dengan meningkatnya serangan militer setelah gencatan senjata dengan Hamas berakhir pada Jumat, 1 Desember 2023 lalu.
Di Kota Khan Younis, selatan Gaza, terjadi serangan terus-menerus oleh militer Israel sejak gencatan senjata dengan Hamas berakhir.
Laporan Associated Press menyebutkan bahwa Israel telah memperluas perintah evakuasi ketika serangannya beralih ke wilayah tersebut, yang banyak dihuni oleh pemimpin Hamas.
Wakil Presiden AS, Kamala Harris, menegaskan bahwa, sambil mempertahankan diri, Israel harus tetap memprioritaskan perlindungan terhadap warga sipil di Gaza.
Harris menyatakan, "Sikap Amerika tegas. Hukum kemanusiaan internasional harus dihormati. Terlalu banyak warga Palestina yang tidak bersalah telah terbunuh. Terus terang, skala penderitaan warga sipil dan gambar-gambar serta video yang datang dari Gaza sangat mengerikan," seperti yang dikutip oleh VOA Indonesia pada Senin, 4 Desember 2023.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, sementara itu, menyatakan bahwa meskipun dukungan AS terhadap keamanan Israel tidak dapat ditawar, dirinya pribadi telah menekankan pentingnya melindungi warga sipil di Gaza.
Lloyd Austin mengatakan, "Dalam pertarungan semacam ini, pusat gravitasi adalah penduduk sipil. Dan jika Anda membuat mereka jatuh ke pelukan musuh, Anda mengganti kemenangan taktis dengan kekalahan strategis," dalam sebuah acara di Reagan National Defense Forum di Simi Valley, California.
Llyod Austin juga mendesak Israel untuk memperluas akses warga Gaza ke bantuan kemanusiaan secara signifikan.
Pihaknya kembali menyerukan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Korban Tewas di Gaza Mencapai 15.200 Orang
Sejak berakhirnya gencatan senjata Israel-Hamas pada Jumat pagi, setidaknya 200 warga Palestina telah tewas, meningkatkan jumlah korban tewas di Gaza sejak serangan balasan Israel awal Oktober lalu menjadi lebih dari 15.200 orang.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, yang dikelola oleh Hamas, juga melaporkan lebih dari 40.000 lainnya mengalami luka-luka. Tujuh puluh persen dari korban tersebut adalah perempuan dan anak-anak.
Hampir seluruh penduduk Gaza, yang berjumlah dua juta jiwa, saat ini berdesakan di bagian selatan wilayah tersebut, kehabisan tempat untuk mengungsi dan mencari perlindungan.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB UNRWA memperkirakan bahwa hampir 80% penduduk Gaza telah mengungsi.
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Telepon Langsung Umat Katolik di Paroki Gaza, Begini Jeritan Hati Biarawati
2 Negara Mayoritas Muslim yang Memasok Minyak ke Israel Selama Konflik di Jalur Gaza
Perang Israel-Hamas Sedang Berlangsung: Serangan Israel membuat 700.000 Anak di Gaza Kehilangan Tempat Tinggal
IDF Menawarkan Inkubator, Respirator, dan Bantuan Lainnya ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza
Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Satu-satunya yang Beroperasi di Gaza, Menangani 500 Korban Konflik Israel-Hamas
Robot Canggih Israel Lumpuhkan Terowongan Gaza dalam Konflik dengan Hamas
Viralnya Surat Osama bin Laden di Tengah Serangan Israel ke Gaza