PONTIANAKGLOBE.COM,JAKARTA -- Istana membantah klaim mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo, yang mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta KPK untuk menghentikan penyelidikan kasus korupsi e-KTP yang melibatkan mantan Ketua DPR Setya Novanto.
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, menyatakan bahwa pertemuan tersebut tidak terdokumentasi dalam agenda presiden.
"Setelah dicek, pertemuan yang diperbincangkan tersebut tidak ada dalam agenda Presiden," kata Ari Dwipayana dalam keterangan tertulis.
Ari menekankan bahwa proses hukum terhadap Setya Novanto tetap berjalan, dan Presiden Jokowi menghormati proses hukum yang berlaku.
Baca Juga: Novel Baswedan Mengungkap Rencana Mundur Agus Rahardjo Setelah Dimarahi Jokowi
Ari juga menegaskan bahwa revisi UU KPK bukan inisiatif pemerintah, melainkan dari DPR, dan dilakukan dua tahun setelah penetapan Setya Novanto sebagai tersangka.
"Cerita Agus Rahardjo mengenai pertemuan dengan Jokowi disampaikan dalam sebuah wawancara di program Rosi di Kompas TV," di mana Agus Rahardjo menceritakan bahwa Presiden Jokowi meminta untuk menghentikan penyelidikan kasus e-KTP yang melibatkan Setya Novanto.
Baca Juga: Tema Debat Capres-Cawapres Pilpres 2024: Hukum, HAM, Ekonomi, dan Isu Strategis
Berita ini juga menyebutkan bahwa Istana menegaskan revisi UU KPK bukan inisiatif pemerintah, melainkan dari DPR, dan dilakukan setelah dua tahun Setya Novanto menjadi tersangka. ***
Artikel Terkait
Liga Champions 2023-2024: Thomas Tuchel Mengakui Beberapa Rencana Tak Berjalan Mulus saat Bayern Munich Ditahan Imbang oleh Copenhagen
Real Madrid Lolos ke 16 Besar Liga Champions sebagai Juara Grup C
Luuk de Jong Bangga Bisa Memimpin Comeback PSV di Markas Sevilla
Daftar 9 Tim Tersingkir dari Liga Champions - Pekan Kelima
Joselu Bobol Gawang Napoli, Tapi Minta Maaf pada Fans Madrid. Ternyata Karena Hal Ini
Usai Cetak Gol Salto Fantastis, Alejandro Garnacho Beri Kado Ultah Sepatu untuk Bocil Fans MU
Aston Villa Susul Viktoria Plzen di Babak Play Off, Ternyata Konsekuensi Regulasi Liga Konferensi UEFA 2023/2024