PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Pada Jumat, 16 November 2023, menandai akhir rangkaian program Asah Digital yang diselenggarakan oleh Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB Foundation), Meta Indonesia, dan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sejak Oktober lalu.
Acara ini berlangsung di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, sejak 14 November dan berhasil mengundang perhatian sejumlah pihak dengan tema "Building Proactive Youth in a Digital Society".
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, sebagai tuan rumah, berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan bangga kepada generasi muda Aceh.
Sebelumnya, program Asah Digital telah sukses di Solo, Jawa Tengah (10-12 Oktober 2023) dan Manado, Sulawesi Utara (31 Oktober - 2 November 2023), memberikan keterampilan dan pengetahuan demokrasi kepada generasi muda Indonesia.
Para pemuda diberikan bimbingan oleh YCAB Foundation, Meta Indonesia, dan Perludem untuk memulai langkah-langkah partisipasi melalui media digital sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab.
Acara di Banda Aceh dihadiri oleh Penjabat Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki yang diwakili oleh Kepala Bidang Diskominsa, Iqbal Tawakkal, S STP, M.Eng, dan sejumlah tokoh lainnya.
Momen ini menjadi panggung inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk lebih aktif dan terlibat dalam membentuk masa depan demokrasi Indonesia.
Mewakili Pemerintah Provinsi, Penjabat Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki menyatakan bahwa partisipasi aktif generasi muda sangat penting untuk masa depan demokrasi Aceh dan Indonesia.
Program Asah Digital dianggap sebagai langkah positif untuk memberdayakan pemuda Aceh sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
Demikian pula, Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mendukung sepenuhnya inisiatif ini, berharap generasi muda Aceh dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Acara ini juga memperkenalkan Youth Digital Activism, inisiatif untuk mendorong partisipasi pemuda dalam menyampaikan ide dan gagasan melalui media digital.
Hendra Darmawan, Komisioner KIP Aceh, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, menekankan bahwa partisipasi pemuda dalam pemilihan umum adalah kunci untuk membangun demokrasi yang kuat.
Meta Indonesia dan YCAB Foundation, sebagai inisiator kegiatan, menyoroti peran strategis generasi muda dalam membentuk budaya positif di era digital untuk menciptakan lingkungan internet yang lebih aman.
Dessy Sukendar, Manajer Program Kebijakan Publik Meta Indonesia, menyatakan bahwa Asah Digital adalah aksi nyata untuk memperkuat peran pemuda dalam masyarakat digital.
Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam menambahkan bahwa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh generasi muda melalui program Asah Digital, mereka dapat menjadi kekuatan positif untuk perubahan yang lebih baik.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Meta Indonesia kepada YCAB Foundation dan kerjasama luar biasa dari semua pihak sehingga rangkaian program di tiga provinsi berjalan dengan baik. Kami akan terus mendukung pemuda sebagai warga digital yang bertanggung jawab,” tutupnya.
TENTANG INISIATIF ASAH DIGITAL
Asah Digital 3.0 adalah program kolaborasi antara YCAB Foundation dan Meta, bertujuan mengasah keterampilan digital untuk menciptakan budaya digital yang positif dan bijak.
Program ini telah berjalan sejak 2016 dengan nama "Think Before You Share" (TBYS) dan fokus pada literasi digital dengan mengasah berpikir kritis dan berempati.
Artikel Terkait
Bekali Pemilih Pemula Pendidikan Politik, Wako Edi : Buat Siswa Melek Demokrasi
Wujudkan Pemilu Damai dan Bermartabat, Pokja Rumah Demokrasi Bersama Relawan Tanda Tangani Naskah Deklarasi
DPD IKAL Lemhanas Harap Banten Sebagai Pelopor Wilayah Penyelenggara Pesta Demokrasi Damai
Sejarah Hari Demokrasi Internasional yang Diperingati Setiap Tanggal 15 September
PDI-P Sikapi Putusan MK tentang Usia Capres-Cawapres. Hasto: Para Pakar Kecewa, MK Harusnya Benteng Demokrasi
Pengamat Kritik Intervensi Politik Dinasti Jokowi: Merusak Tatanan Demokrasi di Indonesia
Pesta Demokrasi 2024: Dua Putra Jokowi Berikan Hormat pada Bu Mega, Suasana Politik Tenang