Semangat Kepahlawanan Indonesia Menggelora di Cape Town, Menguatkan Diplomasi Indonesia

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 10 November 2023 | 22:28 WIB
Museum Asia-Afrika di Bandung,Jawa Barat (bandung.go.id)
Museum Asia-Afrika di Bandung,Jawa Barat (bandung.go.id)

Lebih dari 350 tahun yang lalu, selama masa kolonialisme, pejuang dan ulama besar Indonesia seperti Syekh Yusuf Al Makassari dan Tuan Guru diasingkan di Afrika Selatan.

Baca Juga: Man of the Match Toulouse vs Liverpool: Aron Donnum, Begini Profil-nya

Syekh Yusuf, yang kemudian menjadi pahlawan nasional Indonesia, dipindahkan ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan pada 1695 setelah diasingkan dari Ceylon (Sri Lanka).

Di Afrika Selatan, dia menjadi pionir yang memperkenalkan Islam dan menginspirasi perlawanan terhadap apartheid, termasuk Nelson Mandela.

Baca Juga: Gelandang Nice, Khephren Thuram, Menolak Pinangan Liverpool dan Juventus

Syekh Yusuf dihormati oleh komunitas Cape Malay, keturunan Indonesia di Cape Town, dan makamnya tetap terawat di Macassar.

Tuan Guru, yang juga diasingkan dan dipenjara di Robben Island karena perlawanannya terhadap VOC, meninggalkan warisan berharga di Cape Town.

Setelah bebas, dia membangun Masjid Auwal, masjid pertama di Afrika Selatan, dan dimakamkan di pemakaman Tana Baru Bo Kaap.

Baca Juga: Setelah 12 Hari Ayah Striker Liverpool Luis Diaz Dilepaskan oleh Penculik, Begini Kondisinya

Darah kepahlawanan Indonesia yang telah mengalir dalam sejarah, terus tumbuh subur dalam diplomasi Indonesia.

Dari masa Presiden Soekarno hingga saat ini, Indonesia tetap aktif mendukung kemerdekaan Palestina.

Dukungan ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam menentang penjajahan dan ketidakadilan.

Pada Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, Indonesia memainkan peran kunci dalam menggalang kekuatan bangsa-bangsa Asia-Afrika dan melahirkan the 10 Principles of Bandung.

Semangat ini terus menerus, seiring Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina, mengutuk keras serangan terhadap warga sipil di Gaza, dan menyerukan gencatan senjata.

Dengan semangat yang tak kenal lelah, Indonesia terus memperkuat diplomasi dan warisan kepahlawanan di panggung dunia, menjadikan negara ini sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: kemlu.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X