Hadiri Forum Bisnis Indonesia-RRT, Presiden Jokowi: Investasi ke Indonesia Cepat dan Tepat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 17 Oktober 2023 | 10:35 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang digelar di China World Hotel, Beijing, RRT, pada Senin, 16 Oktober 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang digelar di China World Hotel, Beijing, RRT, pada Senin, 16 Oktober 2023. (Pontianak Globe/BPMI Setpres)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang diadakan di China World Hotel, Beijing, RRT, pada Senin, 16 Oktober 2023.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas investasi dan kontribusi yang diberikan oleh para pengusaha RRT dalam pembangunan Indonesia.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tiba di Beijing, Misi Ini yang Dibawa

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas investasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam proses pembangunan Indonesia. Pada tahun 2013, RRT berada di peringkat ke-12 dalam daftar kontributor investasi langsung asing (FDI) di Indonesia, tetapi pada tahun 2022, RRT telah naik menjadi peringkat kedua," ujar Presiden.

Presiden menggambarkan cara para pengusaha berinvestasi di Indonesia sebagai cepat dan tepat, menggunakan perbandingan dengan gerakan wing chun-nya Bruce Lee.

Baca Juga: Teror Penembakan Terjadi di Laga Belgia vs Swedia 2 Orang Tewas, Pelaku Mengaku Anggota ISIS

Presiden Jokowi meyakini bahwa investasi dari RRT akan terus meningkat dan dalam satu atau dua tahun ke depan akan menjadi kontributor FDI terbesar.

"Saya yakin bahwa dengan konsistensi seperti ini, RRT akan menjadi peringkat pertama dalam daftar kontributor FDI di Indonesia dalam satu atau dua tahun ke depan, dan itu adalah harapan saya," tambahnya.

Keyakinan Presiden Jokowi ini didasarkan pada fakta bahwa saat ini Indonesia sedang fokus untuk melakukan hilirisasi industri pada berbagai komoditas seperti nikel, tembaga, timah, dan mineral lainnya.

Baca Juga: Hasil Brunei Darusalam vs Timnas Indonesia Akan Hantarkan Skuad Garuda Berhadapan dengan Turki Hingga Vietnam

Selain itu, Indonesia sedang berusaha membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, sehingga dapat menjadi bagian penting dari rantai pasokan global.

"Ini memerlukan teknologi tinggi dan investasi, terutama ketika digabungkan dengan pemanfaatan sumber energi hijau yang melimpah di Indonesia untuk menghasilkan produk ramah lingkungan dan menciptakan ekosistem ekonomi hijau," lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar, mencapai 3.600 gigawatt.

Baca Juga: Cerita Soleh Solihun Tentang Penagihan Pajak Adsense YouTube Meski Akun Ditangguhkan

Di antara potensi tersebut, terdapat 3.200 gigawatt yang berasal dari tenaga surya dan lebih dari 4.400 sungai yang dapat dimanfaatkan untuk energi hidro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X