Namun kali ini, di pucuk koalisi ada Muhaimin yang menjadi calon wakil presiden dan didukung oleh PKS.
"Ini perkembangan yang sangat baru dan menarik," ungkap Saiful.
Apakah perkembangan ini mengubah peta dukungan pada calon-calon presiden? Saiful menyatakan penting untuk membedah peta politik pemilihan presiden di Jawa Timur untuk melihat efek dari perkembangan tersebut.
"Kalau di Jawa Timur terjadi perubahan karena ada efek dari deklarasi Anies-Muhaimin, maka ada kemungkinan di wilayah lain juga akan terjadi pergeseran politik. Sebaliknya, kalau di Jawa Timur saja yang merupakan basis dari PKB dan Muhaimin tidak mengalami kemajuan, mungkin akan susah dibayangkan akan terjadi perubahan yang signifikan di tempat yang lain," jelasnya.
Untuk itu SMRC melakukan survei telepon secara nasional. Survei ini dilakukan pada 20-22 September 2023.
Dalam survei tersebut, dibuat simulasi pasangan Anies-Muhaimin berhadapan dengan Ganjar-Mahfud MD dan Prabowo-Erick.
Juga dilakukan perbandingan dengan pasangan Anies-Muhaimin berhadapan dengan Ganjar-RK dan Prabowo-Erick. Lalu hasilnya dianalisa khusus di Jawa Timur.
Dalam format pasangan Anies-Muhaimin vs Ganjar-Mahfud vs Prabowo-Erick, di Jawa Timur, pasangan Anies-Muhaimin mendapat suara 12 persen, Ganjar-Mahfud 45 persen, Prabowo-Erick 28 persen, dan tidak jawab 14 persen.
Sementara dalam simulasi Ganjar berpasangan dengan Ridwan Kamil, Anies-Muhaimin mendapat dukungan 14 persen, Ganjar-RK 47 persen, Prabowo-Erick 24 persen, dan tidak jawab 14 persen.
Prof Saiful Mujadi menyimpulkan bahwa setelah sekitar dua atau tiga minggu paska-deklarasi Anies-Muhaimin, dukungan pada pasangan ini di Jawa Timur belum mengalami perkembangan.
"Mungkin butuh waktu yang lebih lama lagi untuk mengkampanyekan pasangan Amin ini (agar lebih berkembang). Setidak-tidaknya sampai survei terakhir ini (20-22 September 2023), kita belum melihat adanya perkembangan positif terhadap pasangan ini," pungkasnya.
Sebagai perbandingan, SMRC juga melakukan survei nasional secara tatap muka persis setelah deklarasi Anies-Muhaimin, 2 September 2023.
Survei nasional tersebut dilakukan pada 2 sampai 11 September 2023.
Survei dilakukan secara nasional, namun yang dianalisis adalah khusus di Jawa Timur.
Artikel Terkait
Riset SMRC hanya Ganjar Pranowo Kader PDIP yang Bisa Kalahkan Anies dan Prabowo Subianto. Bagaimana Sikap PDIP
Prodi Pendidikan Fisika IKIP PGRI Pontianak Launching 6 StudyClub dan Pengembangan Riset Inovatif Berbasis IoT
10 Lembaga Pemberi Beasiswa di Australia. Cocok Bagi Pemburu Beasiswa, Nomor 10 Cocok untuk Program Riset
Survei Poltracking Ungkap Figur Cawapres 2024 akan Tentukan Kemenangan atau Kekalahan Capres
Survei Poltracking Sebutkan Erick Thohir Cawapres Elektabilitas Tertinggi di Mata Publik
Taprof Lemhanas Minta Bappenas Diminta Lakukan Riset Prilaku Remaja, Mengapa?