Dia menyarankan mahasiswa untuk memulai dengan membaca template dan referensi, serta berkomunikasi dengan senior yang telah memiliki pengalaman dalam penelitian.
Dalam sesi siang itu, Prof Maria juga mengupas tentang usulan untuk topik-topik penelitian yang mungkin dalam Penyakit Menular dan Imunologi (Termasuk, Resistensi Antimikroba)
Termasuk hal berikut ini:
1. Kesiapsiagaan dan Tanggapan Terhadap Pandemi (misalnya, surveilans, intervensi, kesadaran masyarakat dan pencegahan, pengembangan vaksin, perubahan iklim).
2. Metode Pengendalian dan Pencegahan Infeksi Kesehatan Masyarakat yang Efektif.
3. Imunogen Vaksin Baru untuk Mengatasi Penyakit Menular yang Muncul dan Kembali Muncul.
4. Pendekatan Multi-OMIKS dalam Penemuan dan Inovasi - Respons Imun Tubuh terhadap Penyakit Menular.
5. Keterkaitan antara Penyakit Kronis dan Penyakit Menular, termasuk Ko- dan Multi-Morbiditas.
6. Terapi Antibodi Baru dan Imunogen Vaksin untuk Mengatasi Patogen yang Tahan Terhadap Antimikroba.
7. Pemanfaatan Mikrofluidik dalam Penemuan Terapi Berbasis Antibodi untuk Mengatasi Ketahanan Terhadap Antimikroba.
8. Teknologi Diagnostik Cepat untuk Deteksi Bakteri yang Tahan Terhadap Antimikroba.
9. Teknik dan Metode Peningkatan Surveilans Termasuk Penggunaan Teknologi DNA Baru.
10. Pengembangan Kelas Antimikroba Baru yang Inovatif yang Efektif, Cepat, dan Ekonomis.
Penolakan proposal penelitian adalah hal yang biasa, dan hal itu dapat menjadi peluang untuk belajar dan memperbaiki diri. Informasi terkait dana penelitian dapat ditemukan di website Dikti dan BRIN.
Teknologi Sekuensing Generasi Berikutnya dan Aplikasinya dalam Penyakit Menular