Kondisi tersebut juga membuka tabir kelam layanan kesehatan anak di Kalimantan Barat yang hingga saat ini tidak memiliki dokter ahli di bidang kelainan darah dan kanker anak.
Mengapa anak di Kalimantan Barat harus menggantungkan harapannya pada pelayanan kesehatan di Pulau Jawa? Bukankah semua anak di seluruh Indonesia seharusnya memiliki hak yang sama?
Solusi untuk peningkatan kualitas dan akses layanan kesehatan anak di Kalimantan Barat merupakan hal yang mudah dipaparkan di atas kertas. Peningkatan akses transportasi dan kondisi ekonomi masyarakat telah dilakukan melalui berbagai program pemerintah.
Namun, peningkatan kualitas layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah daerah di Kalimantan Barat. Pembenahan fasilitas kesehatan masih sangat mungkin dilakukan dengan alokasi anggaran dan tata kelola yang baik, tetapi peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi momok karena waktu yang dibutuhkan untuk mencetak profesional yang handal di bidangnya.
“Closing the gap” menjadi wacana penting yang memerlukan kerjasama lintas sektoral agar setiap anak mendapatkan akses layanan kesehatan yang terbaik sehingga hak untuk mempertahankan kelangsungan hidup anak dapat tercapai.
Program beasiswa Pendidikan bagi tenaga kesehatan yang digaungkan oleh kementerian kesehatan memberikan secercah harapan tercapainya pemerataan tenaga medis hingga ke seluruh pelosok negri.
Penyebaran tenaga kesehatan yang merata dan fasilitas kesehatan yang setara untuk setiap daerah menjadi keniscayaan yang perlu diperjuangkan, agar tema Hari Anak Nasional 2022 “Anak
Terlindungi, Indonesia Maju” dapat terus menjadi motor pendorong semangat tercapainya kesetaraan layanan kesehatan bagi setiap anak di Indonesia.