Studi menemukan bahwa setelah makan oral, bubuk kayu manis dimetabolisme menjadi natrium benzoat yang kemudian masuk ke otak dan menghentikan hilangnya Parkin dan DJ-1 dengan melindungi neuron, menormalkan kadar neurotransmitter dan meningkatkan fungsi motorik pada tikus.
Penyakit Parkinson diketahui mempengaruhi 1,2 juta pasien di Amerika Serikat dan Kanada.
Meskipun 15 persen pasien didiagnosis sebelum usia 50 tahun, umumnya dianggap sebagai penyakit yang menargetkan orang dewasa yang lebih tua yang menyerang satu dari setiap 100 orang di atas usia 60 tahun.
Penelitian dilakukan oleh Kalpana Pathan PhD dan Floyd A Davis, profesor neurologi.
- Kurangi Resiko Diabetes dan Jantung
Seorang peneliti menemukan bahwa ekstrak kayu manis yang larut dalam air, yang mengandung senyawa anti-oksidatif, dapat membantu mengurangi faktor risiko yang terkait dengan diabetes dan penyakit jantung.
Studi menunjukkan ekstrak kayu manis yang larut dalam air meningkatkan sejumlah variabel antioksidan sebanyak 13 persen hingga 23 persen dan peningkatan status antioksidan berkorelasi dengan penurunan glukosa puasa.
Peneliti menyimpulkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah studi investigasi mendukung gagasan bahwa orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dapat menurunkan stres oksidatif dan glukosa darah dengan mengonsumsi ekstrak kayu manis yang telah terbukti aman dan efektif.
Pada saat yang sama, penurunan berat badan masih menjadi faktor utama dalam meningkatkan angka ini, menurut para ilmuwan.
Studi ini dilakukan oleh Tim N Ziegenfuss, sekarang di Center for Applied Health Sciences yang berbasis di Fairlawn, Ohio.
- Melawan Obesitas
Menurut sebuah studi penelitian, menambahkan kayu manis ke dalam diet Anda dapat membantu melawan obesitas.
Para ilmuwan sebelumnya telah menemukan bahwa cinnamaldehyde, minyak esensial yang memberi rasa pada kayu manis, tampaknya melindungi tikus dari obesitas dan hiperglikemia.
Namun, mekanisme yang mendasari efek tersebut tidak dipahami dengan baik. ***