Tidak semua orang yang terinfeksi rabies akan mengalami hydrophobia, karena fobia ini adalah gejala virus yang hanya berkembang selama tahap infeksi selanjutnya.
Jika seseorang menerima perawatan efektif yang berhasil mengobati infeksi, ia tidak akan mengembangkan hydrophobia.
Fobia air terkait rabies ini biasanya berkembang selama fase eksitasi rabies, yang merupakan tahap yang ditandai dengan hiperaktif, perilaku dan agresi yang tidak biasa atau bersemangat.
Gejala dan Tanda Rabies
Dikutip Pontianakglobe dari laman Dinas Kesehatan Provinsi Bali, gejala dan tanda rabies pada hewan ada 2 (dua) tipe yaitu :
1. Tipe ganas
Terdiri dari stadium prodromal, eksitasi dan paralise dengan rincian :
*Stadium prodromal ( 2 – 3 hari ), gejala : malaise, tidak mau makan, agak « jinak », demam sub febris, refleks kornea menurun ;
*Stadium eksitasi ( 3 – 7 hari ), gejala : reaktif dengan menyerang, dan menggigit benda bergerak, pica (memakan berbagai benda termasuk tinjanya sendiri), lupa pulang, strabismus, ejakulasi spontan ;
*Stadium paralisis, gejala : ekor jatuh, mandibula jatuh, lidah keluar, saliva (ludah) berhamburan, kaki belakang terseret.
Pada stadium ini sangat singkat dan biasanya dikuti dengan kematian hewan tersebut.
2. Tipe Jinak (dumb)
Umumnya stadium ini muncul setelah stadium paralisis, anjing ini terlihat diam, berpenampilan tenang namun akan ganas kalau didekati.
Gejala dan tanda penderita rabies pada manusia yaitu demam, mual, rasa nyeri di tenggorokan, kereshan, takut air (hidrophobia), takut cahaya, liur yang berlebihan (hipersaliva).
(Bima Kresna)