healty

Kenapa Rabies Takut Air dan Angin ? Waspada, Ketahui Gejala dan Tanda Rabies Sobat Globe

Jumat, 16 Juni 2023 | 18:43 WIB
Ilustrasi anjing hewan peliharaan. (Pixabay/RandyRMM)

PONTIANAKGLOBE.COM - Seorang anak perempuan meninggal diduga terinfeksi rabies pada Minggu (11/6/2023).

Bocah asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, itu meninggal setelah terkena gigitan anjing.

Ia meninggal pukul 20.20 Wita saat dirawat di RSUD Buleleng.

Balita itu datang ke rumah sakit dengan gejala tidak bisa minum air, nyeri saat menelan, gelisah, serta takut angin sejak Sabtu (10/6/2023).

Kondisi balita tersebut memburuk pada pukul 20.00 Wita, Sabtu, hingga dinyatakan meninggal 20 menit setelahnya.

Berbagai sumber menyebutkan, balita itu digigit anjing peliharaannya saat mengambil mainan di bawah kasur.

Anjing yang menggigit itu dipelihara oleh keluarga balita tersebut sekitar lima bulan.

Kenapa Rabies Takut Air dan Angin ?

Rabies (penyakit anjing gila) merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas yang disebabkan oleh virus rabies, ditularkan melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang kena rabies dengan jalan gigitan atau melalui luka terbuka.

Takut angin dan air adalah dua diantara gejala dan tanda rabies.

Dalam bahasa medis, takut air disebut Hydrophobia.

Dikutip dari Halodoc, Hydrophobia berkembang selama stadium lanjut dari rabies ganas.

Fobia tersebut terjadi setelah rabies menyebar dari luka awal ke sistem saraf pusat dan otak.

Begitu virus rabies masuk ke dalam tubuh, ia bisa menyebar ke sistem saraf pusat, otak, dan ujung saraf.

Virus kemudian menyebar ke kelenjar ludah dan organ tubuh , termasuk paru-paru dan ginjal.

Halaman:

Tags

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB