"Program ini adalah yang terbesar karena akan melayani 280 juta masyarakat, mulai dari bayi hingga lansia. Mungkin tidak bisa menjangkau semuanya sekaligus, tetapi jika dalam tahun pertama bisa melayani 50-60 juta orang, saya sudah senang," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Baca Juga: Terungkap! Ini Merek HP Terlaris Sepanjang Masa, iPhone dan Samsung Bukan No 1
Layanan Cek Kesehatan Gratis dapat dimanfaatkan di puskesmas dan posyandu setempat.
Kelompok yang Berhak Mengikuti Program Ini:
* Bayi dan balita (melalui posyandu)
* Masyarakat umum (berdasarkan tanggal ulang tahun)
* Ibu hamil (melalui puskesmas)
* Anak usia 7-17 tahun (mulai Juli 2025, bersamaan dengan awal tahun ajaran baru)
Jenis pemeriksaan yang tersedia meliputi:
* Skrining kekurangan hormon
* Deteksi penyakit jantung bawaan
* Pemeriksaan gizi, kesehatan mata, telinga, dan tekanan darah
* Pemeriksaan risiko stroke, jantung, kanker, serta kesehatan mental dan fisik bagi orang dewasa dan lansia
Jangan tunggu sampai merasa sakit. Program ini bukan hanya untuk yang sakit, tetapi juga untuk semua orang agar bisa menjaga kesehatan sejak dini," tambahnya.
Baca Juga: Agnez Mo Didenda Rp1,5 Miliar karena Pelanggaran Hak Cipta, Ini Respons dan Ungkapan Perasaannya
Cara Pendaftaran
Masyarakat dapat mendaftar dengan beberapa cara: