Vitamin C membantu tubuh melawan infeksi, sedangkan antioksidan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Buah Pala yang Jarang Diketahui: Rempah Kaya Nutrisi untuk Kesehatan Anda
Bahan Makanan dan Obat-obatan
Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah tanaman dari suku Moringaceae, dikenal juga dengan nama-nama seperti limaran, moringa, ben-oil (karena minyak dari bijinya), drumstick (berdasarkan bentuk bijinya yang panjang), dan horseradish tree (karena akar yang mirip tanaman horseradish).
Di Filipina, tanaman ini disebut malunggay.
Tanaman kelor tumbuh cepat, memiliki umur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan mampu bertahan dalam panas ekstrem.
Asal-usulnya dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan, dan di Indonesia, kelor sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat.
Biji kelor juga dapat digunakan untuk menjernihkan air dalam skala kecil.
Baca Juga: Legalisasi Kratom: Hal Ini yang Perlu Kamu Diketahui tentang Manfaat dan Risikonya
Ketinggian tanaman kelor dapat mencapai 7-11 meter dengan batang berkayu yang tegak dan kulit tipis.
Daun kelor bersifat majemuk, bertangkai panjang, dan tersusun berseling.
Buahnya berbentuk panjang dan bersegi tiga, berwarna hijau saat muda dan cokelat saat tua, dan bijinya bulat berwarna coklat kehitaman.
Kelor dapat diperbanyak baik secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang), tumbuh di dataran rendah hingga 1000 m dpl, sering ditanam sebagai pagar atau batas di halaman.
Sejak awal tahun 1980-an, penelitian mengenai manfaat kelor telah dilakukan, termasuk kajian tentang penggunaannya untuk penghijauan di Ethiopia, Somalia, dan Kenya.
Di sana, kelor digunakan untuk mencegah longsor dan menjaga kesuburan tanah.