Mengenal Khasiat Air Rebusan Daun Kelor, Inilah 5 Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

photo author
Castilo Gagas Panamuan, Pontianak Globe
- Senin, 23 September 2024 | 09:00 WIB
Daun kelor atau dalam bahasa inggris dikenal dengan moringa leaves.  Tanaman yang dalam bahasa latin dikenal dengan Moringa oleifera ini memiliki banyak manfaat kesehatan. (Pexels @Muhammad Taufik)
Daun kelor atau dalam bahasa inggris dikenal dengan moringa leaves. Tanaman yang dalam bahasa latin dikenal dengan Moringa oleifera ini memiliki banyak manfaat kesehatan. (Pexels @Muhammad Taufik)

Vitamin C membantu tubuh melawan infeksi, sedangkan antioksidan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Buah Pala yang Jarang Diketahui: Rempah Kaya Nutrisi untuk Kesehatan Anda

Bahan Makanan dan Obat-obatan

Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah tanaman dari suku Moringaceae, dikenal juga dengan nama-nama seperti limaran, moringa, ben-oil (karena minyak dari bijinya), drumstick (berdasarkan bentuk bijinya yang panjang), dan horseradish tree (karena akar yang mirip tanaman horseradish).

Di Filipina, tanaman ini disebut malunggay.

Tanaman kelor tumbuh cepat, memiliki umur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan mampu bertahan dalam panas ekstrem.

Asal-usulnya dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan, dan di Indonesia, kelor sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat.

Biji kelor juga dapat digunakan untuk menjernihkan air dalam skala kecil.

Baca Juga: Legalisasi Kratom: Hal Ini yang Perlu Kamu Diketahui tentang Manfaat dan Risikonya

Ketinggian tanaman kelor dapat mencapai 7-11 meter dengan batang berkayu yang tegak dan kulit tipis.

Daun kelor bersifat majemuk, bertangkai panjang, dan tersusun berseling.

Buahnya berbentuk panjang dan bersegi tiga, berwarna hijau saat muda dan cokelat saat tua, dan bijinya bulat berwarna coklat kehitaman.

Kelor dapat diperbanyak baik secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang), tumbuh di dataran rendah hingga 1000 m dpl, sering ditanam sebagai pagar atau batas di halaman.

Sejak awal tahun 1980-an, penelitian mengenai manfaat kelor telah dilakukan, termasuk kajian tentang penggunaannya untuk penghijauan di Ethiopia, Somalia, dan Kenya.

Di sana, kelor digunakan untuk mencegah longsor dan menjaga kesuburan tanah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: PMJ News, hindustanstimes.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X