PONTIANAKGLOBE.COM -- HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Ketika HIV berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi dengan baik.
Baca Juga: Malaysia Tegas Menyesalkan Veto Amerika Serikat yang Menggagalkan Resolusi Gencatan Senjata di Gaza
Pengidap HIV dapat memperlambat perkembangan penyakit ini dengan menjalani pengobatan tertentu.
Penyebaran dan penularan HIV di Indonesia terutama disebabkan oleh hubungan intim tidak aman dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril saat menggunakan narkoba.
Baca Juga: Recep Tayyip Erdogan Serukan Reformasi PBB, AS Dikritik karena Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza
Semua orang berisiko terinfeksi, tetapi kelompok yang lebih berisiko meliputi mereka yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, membuat tato atau tindik, terkena infeksi penyakit seksual, pengguna narkotika suntik, dan orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik.
Gejala HIV dan AIDS bervariasi tergantung pada tahap infeksi.
Tahap pertama umumnya tidak menimbulkan gejala selama beberapa tahun, kemudian muncul gejala mirip flu setelah beberapa minggu terinfeksi.
Baca Juga: AS Gunakan Hak Veto untuk Gagalkan Resolusi Gencatan Senjata, Indonesia Kecewa
Tahap kedua sering tidak menunjukkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun, tetapi virus terus menyebar dan dapat ditularkan kepada orang lain.
Tahap ketiga ditandai dengan penurunan daya tahan tubuh, gejala demam, kelelahan, kesulitan bernapas, diare yang berat, dan infeksi lainnya.
Baca Juga: Hak Veto: Hak Istimewa 5 Negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB
Diagnosis HIV dilakukan melalui tes antibodi dan tes antigen.
Jika hasil skrining menunjukkan HIV positif, pengidap perlu menjalani tes sel CD4, pemeriksaan viral load, dan tes resistensi untuk menentukan pengobatan yang tepat.