PONTIANAKGLOBE.COM -- Sebagian besar orang mungkin baru menyadari bahwa mengonsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes.
Baca Juga: 7 Faktor Pencetus Diabetes yang Kamu Harus Tahu. Ternyata Ada karena Kehamilan Juga Lho
Namun pada kenyataannya, kebiasan ini juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan Alzheimer.
Alzheimer adalah penyakit gangguan pada otak yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir, mengingat, dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Kamu Penderita Diabetes? Olahraga Tetap Wajib, Berikut Rekomendasi Olahraga yang Cocok untuk Kamu
Menurut laporan dari Healthline, pada tanggal 15 Oktober 2023, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 yang melibatkan 37.689 orang menemukan hubungan antara konsumsi gula yang tinggi dan peningkatan risiko Alzheimer, terutama pada wanita.
Baca Juga: 5 Sayuran yang Harus Dihindari saat Diet Keto untuk Penderita Diabetes Melitus Tipe 2
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi sekitar 10 gram (setara dengan 2,4 sendok teh) gula per hari memiliki peningkatan risiko terbesar.
Lebih mengejutkannya, laktosa, yang merupakan jenis gula yang banyak terdapat dalam susu dan produk susu, memiliki hubungan yang kuat dengan Alzheimer.
Selain itu, kadar gula darah tinggi akibat diabetes juga merupakan faktor risiko utama dalam pengembangan Alzheimer.
Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan plak amiloid di otak, yang merupakan salah satu ciri khas Alzheimer.
Para peneliti sebelumnya berpikir bahwa risiko ini lebih berkaitan dengan orang dewasa dan lebih tua, namun temuan mereka menunjukkan bahwa risiko tersebut dapat dimulai lebih awal dalam kehidupan seseorang.
Studi lain pada tahun yang sama yang melibatkan 4.932 orang menemukan bahwa hubungan antara Alzheimer, kadar gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi dapat dimulai bahkan pada usia 35 tahun.
Hasil penelitian tersebut pentingnya mengelola kadar kolesterol dan gula darah sejak dini untuk membantu mengurangi risiko Alzheimer di kemudian hari.
Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar gula darah dapat menjadi tanda awal penurunan kognitif pada otak, yang tidak hanya dipengaruhi oleh berat badan dan insulin. ***