PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Buah pala, salah satu rempah khas Indonesia yang banyak ditemukan di Kepulauan Banda Naira, Maluku, berasal dari pohon Myristica fragrans.
Selain sebagai bumbu masakan, buah pala memiliki banyak manfaat kesehatan berkat kandungan nutrisinya.
Baca Juga: Catat! Inilah Bahaya Mengemudi Setelah Minum Obat Demam atau Pilek
Berikut ini adalah sejumlah manfaat buah pala untuk kesehatan yang mungkin belum banyak diketahui:
1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Buah pala bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.
Sifat karminatifnya dapat meredakan masalah pencernaan seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan.
Senyawa aktif dalam pala membantu merangsang enzim pencernaan, memperbaiki proses pencernaan, dan mengurangi ketidaknyamanan.
Baca Juga: Tips Sukses Maya Septha Jaga Keharmonisan Rumah Tangga Selama 12 Tahun
2. Mengurangi Nyeri dan Peradangan
Pala mengandung senyawa anti-inflamasi yang efektif untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
Minyak esensial dari pala sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan nyeri otot dan sendi.
3. Menjaga Kesehatan Mulut
Sifat antibakteri pada pala membantu menjaga kesehatan mulut dengan melawan bakteri penyebab bau mulut dan masalah gigi lainnya.
Senyawa aktif dalam pala efektif dalam memerangi bakteri yang dapat menyebabkan berbagai masalah mulut.
Baca Juga: Lebih Memilih Anak, Maya Septha Rela Tinggalkan Popularitas
4. Meningkatkan Kesehatan Otak
Pala mengandung senyawa myristicin dan macelignan yang memiliki sifat neuroprotektif.
Senyawa ini membantu meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
Artikel Terkait
Bawang Putih Bikin Hama Kutu Putih Pergi, Ini Cara Lain Tanaman Cabai Tumbuh Subur
10 Tanaman Pengusir Nyamuk. Wajib Ada di Pot atau Tanam di Pekarangan Rumah
NASA Bakal Bawa Tanaman Tomat Dari Luar Angkasa Dengan SpaceX Elon Musk
7 Tanaman di Pekarangan Ini Bisa Usir Nyamuk
Kabar Gembira bagi Petani, Kemendag Masih Izinkan Ekspor Tanaman Kratom
Mengenal Tengkawang, Tanaman Endemik Kalimantan Merupakan 'Mentega Dayak' Tradisional Tanpa Bahan Pengawet