Sementara itu Andhika Respati SpKO, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga menjelaskan, “Pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi cukup protein dan rutin beraktivitas fisik, sangat penting dibangun sejak dini."
"Sebab, akan menjadi landasan bagi anak-anak dan remaja untuk melanjutkan kebiasaan sehat hingga usia dewasa nanti," ujar Dokter Andhika.
Baca Juga: Paus Fransiskus Angkat Pastor Paul Budi Kleden SVD Jadi Uskup Agung Ende
Ia menambahkan, masa kanak-kanak saat usia sekolah adalah adalah masa dimana terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik, sosial, dan mental yang pesat. Sebab, perannya yang sangat penting dalam masa pertumbuhan, termasuk untuk pembentukan tulang yang sehat dan kuat hingga fungsi kognitif, asupan protein haruslah dipenuhi dengan baik sebagai bagian dari pola makan sehat di masa kanak-kanak.
“Masa remaja merupakan salah satu periode pertumbuhan yang paling cepat. Pada masa remaja, terjadi perubahan fisik yang pesat, misalnya penambahan tinggi badan, peningkatan massa otot, perubahan distribusi lemak tubuh, dan perkembangan organ-organ seksual sekunder," katanya.
Baca Juga: Killing Me Inside Re:Union Gegerkan Penggemar, Siap Panaskan Panggung Sebelum Avenged Sevenfold!
Ia menambahkan, "Konsumsi protein yang cukup di masa ini berperan penting dalam mengoptimalkan periode growth spurt. Dukungan yang tepat dan pertumbuhan yang optimal di masa remaja berkorelasi dengan hubungan positif dengan teman dan keluarga, mencari identitas diri dengan baik, serta mengalami berbagai pengalaman dan interaksi positif dengan lingkungan.”
Disebutkan, “Lebih jauh lagi, kekuatan otot mampu menjadi prediktor umur panjang karena dapat menjadi indikator kesehatan sistem neuromuskular (jaringan neuromuskular yang sehat dan fungsional)."
"Sayangnya saat menginjak usia 30 tahun, manusia kehilangan sekitar 3-8% massa otot setiap dekadenya. Laju pengurangan massa otot akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia . Demi mendukung kerja fungsi tubuh yang baik termasuk menjaga massa otot tetap optimal, adapun angka kecukupan protein yang disarankan berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2019 untuk pria usia 19-64 tahun adalah sebesar 65 gram/hari, dan 60 gram/hari untuk wanita usia 19-64 tahun,” tutup dr Dhika.
Inovasi Produk
Dari segi produk, adapun inovasi yang telah HiLo lakukan, meliputi hadirnya susu protein HiLo Chocofit dalam kemasan praktis (siap minum), hingga peluncuran HiLo Platinum yang tidak hanya tinggi protein, namun juga mengandung HMB.
Ini adalah sebuah senyawa yang bermanfaat untuk membangun otot, serta mencegah hilangnya massa otot seiring dengan pertambahan usia.
Selain komitmen untuk menginspirasi hidup sehat, brand HiLo juga percaya bahwa hidup sehat tidak bisa lepas dari dukungan pada bidang pendidikan dan lingkungan.
Oleh karena itu, dalam perjalanannya, HiLo juga turut mendukung kualitas pendidikan Indonesia, melalui berbagai inisiatif program andalan.
Melalui semangat tumbuh ke atas dan capai prestasi, HiLo ikut serta dalam kampanye Gerakan Sekolah Sehat Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi.
Artikel Terkait
Apa itu Minuman Anak Kembar MPLS, Dodol Sapi MPLS, Biskuit Waktu Bagus MPLS dan Susu Macan MPLS ?
Bolehkah Minum Susu Putih saat 1 Muharram 1445 H ? Apakah Ada Anjuran Minum Susu 1 Muharram ?
Resep Cara Membuat Bubur Kacang Hijau Toping Susu Kental Manis, Gurih Manis dan Enak
Cara Membuat Kolak Labu Kuning atau Waluh dengan Santan dan Susu Kental Manis
Cara Membuat Kopi Susu Gula Aren Dingin yang Segar saat Cuaca Panas
Susu Oat vs Susu Almond: Mana yang Lebih Baik?