Celine Dion Terkena Stiff-person Syndrome, Begini Ciri-cirinya Agar Kamu Tahu Lebih Dini

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 31 Januari 2024 | 18:44 WIB
Mengenal Stiff Person Syndrome, Penyakit Neurologis Langka yang Ditandai Dengan Kekakuan dan Kejang Otot
Mengenal Stiff Person Syndrome, Penyakit Neurologis Langka yang Ditandai Dengan Kekakuan dan Kejang Otot

 

PONTIANAKGLOBE.COM -- Stiff-person syndrome (SPS) adalah gangguan neurologis langka yang ditandai dengan kekakuan otot yang persisten.

Kekakuan otot ini dapat terjadi di seluruh tubuh atau hanya di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, leher, dan kaki.

Salah satu pesohor yang terkena Stiff-person syndrome adalah Celine Dion.

Baca Juga: Rangkul Pemuda di Bandung, TPN Ganjar Mahfud 'Merumput' Sambil Bebersih Sungai Cikapundung

Gejala awal SPS biasanya berupa kekakuan otot di bagian perut dan punggung.

Kekakuan ini dapat membuat penderita kesulitan untuk berdiri tegak, membungkuk, atau berjalan. Gejala lain yang dapat muncul pada awal penyakit antara lain:

  • Nyeri otot
  • Kejang otot
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Gangguan konsentrasi
  • Panik
  • Agoraphobia (ketakutan untuk berada di tempat umum)

Seiring berjalannya waktu, kekakuan otot dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti lengan, kaki, dan wajah.

Baca Juga: Perbandingan Spesifikasi antara Samsung Galaxy S24 Plus vs Samsung Galaxy S23 Plus. Wajar Saja Lebih Mahal, Begini Peningkatannya

Gejala lain yang dapat muncul pada fase lanjut antara lain:

  • Postur tubuh yang membungkuk
  • Kesulitan untuk menggerakkan mata
  • Kesulitan untuk menelan
  • Kelumpuhan

Penyebab Stiff-person Syndrome

Penyebab SPS belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga terkait dengan gangguan autoimun.

Dalam SPS, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf yang mengontrol otot.

Baca Juga: Awkarin Mengumumkan Berakhirnya Hubungan dengan Jonathan Alden Setelah Satu Tahun Pacaran, Ternyata Begini Kisah Sebenarnya

Hal ini menyebabkan pelepasan zat kimia yang disebut glutamat.

Glutamat kemudian merangsang otot untuk berkontraksi, sehingga menyebabkan kekakuan otot.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X