Tantrum pada Orang Dewasa, Apakah Ada? Begini Jawabannya dan Cirinya Jangan Kaget Sobs

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 14 Desember 2023 | 09:35 WIB
Seorang ibu mencoba menenangkan anak yang sedang tantrum. (Pontianak Globe/Pexels @Jep Gambardella)
Seorang ibu mencoba menenangkan anak yang sedang tantrum. (Pontianak Globe/Pexels @Jep Gambardella)

PONTIANAKGLOBE.COM -- Pada orang dewasa juga memang ada tantrum.

Tantrum adalah perilaku yang ditandai dengan kemarahan, frustrasi, dan ketidakmampuan untuk mengendalikan diri.

Tantrum biasanya terjadi pada anak-anak, tetapi dapat terjadi juga pada orang dewasa.

Baca Juga: 7 Alasan Mengapa Life Skill Wajib DIajarkan Sejak Dini kepada Anak? Baca Sampai Habis, Nomor 7 Penting Banget

Tantrum pada orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

Gangguan kesehatan mental. Beberapa gangguan kesehatan mental, seperti gangguan bipolar, gangguan kepribadian ambang, dan gangguan eksplosif intermiten, dapat menyebabkan tantrum.

Baca Juga: 11 Life Skill yang Wajib Diajarkan Sejak Dini buat Anak Usia TK atau Taman Kanak-kanak

Trauma masa lalu: Pengalaman traumatis di masa lalu, seperti kekerasan fisik atau emosional, dapat menyebabkan tantrum pada orang dewasa.

Pola asuh yang tidak tepat: Pola asuh yang tidak tepat, seperti pengabaian atau perlakuan kasar, dapat menyebabkan anak belajar untuk mengekspresikan emosinya dengan cara yang tidak sehat, seperti tantrum.

Stres: Stres dapat memicu tantrum pada orang dewasa.

Tantrum pada orang dewasa dapat memiliki dampak negatif terhadap kehidupan pribadi dan profesional seseorang.

Tantrum dapat merusak hubungan dengan orang lain, mengganggu pekerjaan, dan menyebabkan masalah hukum.

Jika Anda mengalami tantrum, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, antara lain:

Kenali pemicu tantrum Anda: Dengan mengenali pemicu tantrum Anda, Anda dapat menghindari situasi yang dapat menyebabkan tantrum.

Belajar cara mengelola emosi Anda: Ada banyak teknik yang dapat Anda gunakan untuk mengelola emosi Anda, seperti teknik pernapasan dalam, latihan relaksasi, dan meditasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X