Bagaimana Nyamuk Wolbachia Menurunkan Kasus DBD?
Nyamuk Wolbachia dikembangkan dengan dua tujuan utama:
- Menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti: Nyamuk jantan yang terinfeksi Wolbachia berkembang biak dengan nyamuk betina yang tidak terinfeksi. Telur nyamuk ini kemudian tidak menetas, mengurangi jumlah nyamuk.
- Melawan virus: Bakteri Wolbachia melawan virus Dengue, Chikungunya, Zika, dan Demam Kuning dalam tubuh nyamuk. Ini membuat virus sulit berkembang biak di dalam tubuh nyamuk.
- Keamanan Nyamuk Wolbachia
- Nyamuk Wolbachia memiliki tingkat risiko yang sangat rendah pada manusia dan lingkungan. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa nyamuk ini efektif menekan kasus demam berdarah dan aman bagi manusia serta lingkungan. Environmental Protection Agency (EPA) menyatakan bahwa nyamuk transgenik atau Wolbachia ini tidak menimbulkan risiko bagi manusia, hewan, atau lingkungan.
Proyek Nyamuk Wolbachia sudah dijalankan di beberapa kota di Indonesia, seperti Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.
Uji coba penyebaran nyamuk ini telah dilakukan di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, menghasilkan penurunan kasus demam berdarah hingga 77 persen dan penurunan proporsi dirawat di rumah sakit sebesar 86 persen.
Nyamuk Wolbachia adalah bagian dari proyek global untuk mengendalikan penyebaran penyakit seperti DBD.
Baca Juga: Putri Mulan Jameela, Tiarani Savitri, Meniti Karier Sebagai CEO dan Creative Director
Selain menurunkan jumlah nyamuk, bakteri Wolbachia melawan virus-virus tertentu dalam tubuh nyamuk.
Penggunaan nyamuk Wolbachia telah terbukti berhasil dalam mengurangi kasus demam berdarah di beberapa daerah di Indonesia.
Baca Juga: Wuling BinguoEV: Inovasi Mobil Listrik dengan Berbagai Keunggulan
Keamanannya bagi manusia dan lingkungan juga sudah dikonfirmasi oleh berbagai penelitian dan otoritas kesehatan. ***
Artikel Terkait
10 Tanaman Pengusir Nyamuk. Wajib Ada di Pot atau Tanam di Pekarangan Rumah
7 Tanaman di Pekarangan Ini Bisa Usir Nyamuk
Apa itu Anopheles ? Kabar Duka, Prajurit TNI Meninggal Dunia Karena Malaria di Hutan Pedalaman Papua
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Instruksikan Siaga Lonjakan Kasus DBD di Pontianak
Kemenkes Sebut Inovasi Wolbachia Efektif Turunkan Kasus DBD