SK Mendikbud Ristek
Pada 13 Juli 2022, Yayasan Landak Bersatu mendapatkan SK Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi Republik Indonesia Nomor 489/E/O/2022.
Secepat kilat, Yayasan Landak Bersatu kembali dengan informasi hangat tentang rencana pembentukan Falkutas Ekonomi Bisnis, Unika Santo Agustinus Hippo.
Peristiwa ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Landak Bersatu Pastor Dr Johanes Robini Marianto SFil MA OP dan Anggota Yayasan Pelita Kasih Angelina Carolin SE MM juga dihadiri Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus serta Dr Drs Adrianus Asia Sidot MSi selaku perwakilan DPR Komisi X dan seluruh tenaga pengajar di Akub Grha Arta Khatulistiwa.
Pada Rabu 3 Agustus 2022, Yayasan Landak Bersatu mengumumkan, AKUB Grha Artha Katulistiwa, resmi menggabungkan diri kepada Yayasan Landak Bersatu.
Pada peristiwa itu, Ketua Yayasan Pelita Kasih yang menaungi AKUB Graha Artha Katulistiwa beserta jajarannya, di Aula Lantai 1 Falkutas Kesehatan Kampus 2 Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, telah menandatangani dokumen penyerahan penggabungan alias alih kelola yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi.
Sebagai Ketua Yayasan Landak Bersatu Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Romo Robini telah mengumumkan secara resmi pada Rabu 3 Agustus 2022, paling tidak secara legal di antara kedua yayasan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Dirjen Dikti Vokasi, AKUB Grha Artha Katulistiwa di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu (YLB).
Tujuan Alih Kelola AKUP Graha
Kegiatan tersebut, menurut Romo Robini tujuannya adalah menyelaraskan tujuan yang sama dan memang sejalan dengan visi Yayasan Landak Bersatu, dan Unika Santo Agustinus Hippo di bawah pengelolaan Yayasan Landak Bersatu.
Menurut Romo Robini hal ini ke depan akan memberikan pelayanan pendidikan tinggi yang baik dari tata kelolah manajemen dan akademis kepada masyarakat dan untuk Kalimantan Barat.
Sebagai Ketua Yayasan Landak Bersatu, Pastor Robini, juga menyampaikan misi dari pendirian Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo (USA) yang seperti yang dicita-citakan oleh Uskup Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, yaitu untuk menjadikan USA sebagai sarana membangun sumber daya manusia Kalimantan Barat dan dapat menghimpun sampai ke pelosok-pelosok serta tidak bersifat eksklusif hanya untuk anggota gereja Katolik saja.
“Untuk memberikan pendidikan yang seluas-luasnya bagi kaum muda Kalimantan Barat bahkan lebih jauh dari Kalimantan Barat,supaya bisa memberikan pendidikan yang bermutu, berkualitas tapi terjangkau dan dimulai dari pinggiran,” ujar Pastor Robini.
Pendidikan yang Berkualitas