Oleh: Samuel | Staf Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Pontianak
PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK - Universitas Katolik atau Unika satu-satunya ini hadir di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
Adalah Yayasan Landak Bersatu yang menaungi Unika Santo Agustinus Hippo.
Atas ide, prakarsa, terobosan dan kerja keras Pastor Dr Johanes Robini Marianto SFil MA OP serta restu, dukungan, dan nasihat Uskup Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, Unika Santo Agustinus Hippo terbentuk.
Bahkan Unika Santo Agustinus Hippo sudah mengantongi izin dari SK Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Tehnologi Republik Indonesia Nomor 489/E/O/2022 tanggal 13 Juli 2022 yang lalu.
Unika Santo Agustinus Hippo merupakan gabungan dari sejumlah perguruan tinggi yang selama ini dikelola oleh Gereja Katolik antara lain Ordo Dominikan (OP), Kerjasama dengan Ordo Passionis (CP), serta Keuskupan Agung Pontianak.
Perguruan tinggi tersebut antara lain Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pamane Talino. Kemudian Akademi Keperawatan (Akper) Dharma Insan, serta Akademi Kebidanan (Akbid) Santa Benedicta.
Terbaru, Yayasan Landak Bersatu, resmi mengumumkan, AKUB Grha Artha Katulistiwa yang berlokasi di Jalan KH Ahmad Dahlan No 101, Kelurahan Akcaya Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, resmi menggabungkan diri ke bawah naungan Yayasan Landak Bersatu.
AKUB Grha Artha Katulistiwa Bergabung
"Sebagaimana yang disampaikan oleh Pastor Robini, tentang imajinasi liar, begitu juga dengan visi kita tentang pendidikan di Keuskupan Agung Pontianak, jangan menjadi biasa-biasa saja. Apalagi kita dihadapkan dengan perkembangan zaman yang kian cepat berubah. Kita harus bangkit dari ketertinggalan ini," ujar Uskup Agustinus dalam press realise resmi, Rabu, 3 Agustinus 2022 lalu.
Hal tersebut menjadi dasar dari ungkapan Uskup Agustinus ditambah dukungan gerakan menangkap imajinasi liar oleh Romo Robini -- panggilan akrab dari Pastor Dr Johanes Robini Marianto SFil MA OP.
Secara tegas Pastor Robini mengatakan justru karena adanya "Imajinasi liar" itulah menjadi awal pijakan dalam gerakan-gerakan mustahil (yang sebagian orang anggap utopia).
Untuk membuktikan hal itu gerakan tersebut bisa digapai dengan dukungan untuk menangkap 'imajinasi liar' tentang kemajuan dan potensi pendidikan di Kalimantan Barat.