edukasi

Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang Latih Karang Taruna Desa Boti dalam Kepemimpinan dan Pelestarian Budaya Dayak Jawant Sekadau

Kamis, 7 November 2024 | 12:48 WIB
Dosen STKIP Persada Khatulistiwa Lakukan Pelatihan Kepemimpinan bagi Karang Taruna Desa Boti: Pengembangan SDM dan Pelestarian Budaya. (Dok. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang)

PONTIANAKGLOBE.COM, SINTANG -- Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen STKIP Persada Khatulistiwa Sintang mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 29 Oktober 2024 bertema, "Pelatihan Keterampilan Manajemen Kepemimpinan bagi Kelompok Remaja Karang Taruna Singantri Raya Desa Boti."

Kegiatan digelar di Desa Bonti, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. 

Baca Juga: Kerjasama Global untuk Pendidikan Berkelanjutan, Universitas San Agustin Dukung Riset Perubahan Iklim

Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari hibah DIKTI 2024 dan didukung oleh pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK) Republik Indonesia.

Kelompok Remaja Karang Taruna Singantri Raya Desa Boti mempresentasikan hasil kerja timnya. (Dok. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang)
Program ini, yang diketuai oleh Olenggius Jiran MPd, melibatkan 80 anggota Karang Taruna Singantri Raya, termasuk remaja SMP, SMA, dan beberapa yang sudah bekerja.

Pelatihan ini berlangsung dari Juni hingga Desember 2024, dengan lima tahapan utama: sosialisasi, penerapan, pelatihan dan pendampingan, evaluasi, serta keberlanjutan program.

Dalam sambutannya, Olenggius mengungkapkan bahwa kegiatan PKM ini berawal dari hasil koordinasi dengan Kepala Desa Boti, Sekretaris Desa Boti, dan Ketua Karang Taruna, yang menunjukkan bahwa semangat berorganisasi pemuda di Desa Boti masih rendah, sehingga kegiatan karang taruna belum berjalan optimal.

Tahap pertama adalah sosialisasi rencana PKM kepada masyarakat dan remaja Karang Taruna Desa Boti.

Tahap kedua adalah penerapan, di mana peserta mendapatkan paket pelatihan yang berisi alat tulis, modul pelatihan, kertas manila untuk presentasi, dan modul studi dokumenter.

Suasana kegiatan pelatihan yang interaktif. (Dok. STKIP Persada Khatulistiwa Sintang)
Tim PKM memberikan tugas terkait manajemen dan kepemimpinan kepada kelompok yang dibagi berdasarkan bidang budaya, khususnya permainan tradisional suku Dayak Jawant.

Para peserta diminta untuk menggali informasi tentang budaya dan permainan tradisional tersebut melalui wawancara dengan tokoh adat dan orang tua yang berpengetahuan luas.

Hasil tugas ini kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.

Pada tahap ketiga, yaitu pelatihan dan pendampingan, materi disampaikan oleh empat dosen.

Olenggius Jiran MPd, sebagai ketua tim, menyampaikan materi mengenai latar belakang dan tujuan PKM di Desa Boti.

Halaman:

Tags

Terkini