Fransiska SPsi MPd, memaparkan tentang psikologi kepemimpinan.
Sedangkan Sirilus Sirhi STP MM menyampaikan manajemen waktu, dan Beni Setiawan MPd memberikan pelatihan keterampilan dan manajemen kepemimpinan.
Baca Juga: Pemanfaatan Game-Based Learning dan Cloud Computing untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru
Tahap keempat adalah pendampingan dan evaluasi.
Setiap kelompok yang dibagi dalam bidang budaya dan permainan tradisional menjalankan program kerja masing-masing di bawah kepemimpinan ketua kelompok, yang kemudian diakhiri dengan pelaporan dan pertanggungjawaban.
Tahap terakhir adalah keberlanjutan program, di mana program yang telah dilaksanakan diharapkan menjadi prioritas dan dilanjutkan dalam program kerja Karang Taruna bersama desa di masa mendatang.
Kepala Desa Boti, Y Sudarsono SPd menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Boti.
"Kegiatan pelatihan seperti ini sudah lama tidak dilakukan, dan kami berharap para pemuda Karang Taruna di Desa Boti dapat lebih aktif dan kompak serta bersama-sama membangun Desa Boti. Saya siap mendukung kegiatan mereka dengan mengalokasikan dana untuk Karang Taruna Singantri Raya," ujar Sudarsono. ***
Artikel Terkait
San Agustin Pembelajaran Teacher 5.0 – The Future of Learning
Dosen San Agustin Lakukan Monev Hibah di Pontianak, Dorong Progres Penelitian dan Pengabdian
Universitas Widya Dharma Pontianak, Gelar Yudisium untuk 756 Mahasiswa
Universitas Widya Darma Pontianak Gelar Wisuda Kelima di Hari Sumpah Pemuda, 2024
Setia Untung Arimuladi Raih Doktor Hukum Cumlaude di Undip, Dorong Penguatan Zona Integritas di Kejaksaan
Dibuka, Pendaftaran TK dan SD Marie Joseph Pontianak, Mendidik dengan Cinta