edukasi

Manusia Bebas Menafsir?

Selasa, 23 Juli 2024 | 19:31 WIB
Bunga Matahari di Rusunawa San Agustin (2024) (Samuel)

Contoh sederhana, orang Dayak menyebut ‘bagae’ (makna harafiah: bercanda) namun makna sebenarnya tak sesempit itu.

Atau bahasa Tionghua ‘Mong Si Nyin’ (makna harafiah: tatapan yang mematikan) atau zaman sekarang orang muda sering menyebutkan kata ‘gas’, akan sulit diterjemahkan makna yang sama dengan budaya lain.

Sementara

Dengan demikian, Hermeneutika dalam Manajemen tidak hanya menyediakan kerangka kerja untuk pemahaman filosofis tetapi juga memiliki aplikasi praktis dalam manajemen modern.

Kemampuan Manajemen untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya tak ada lagi yang ‘benar’ dan ‘salah’, tetapi yang ada, pandangan yang ‘dangkal’ dan ‘mendalam’.

Dalam hal inilah kemudian “Manajemen Perubahan” alias Management Change berkembang. Sebab dia memungkinkan untuk meninjau dan terus berubah, sesuai dengan kompleksitas ‘teks’, maupun bauran pasar yang kian berubah.

Pengelolaan kebijakan dan pengambilan keputusan yang efektif memerlukan pemahaman yang mendalam terhadap kompleksitas tafsir dan interpretasi.

Dengan memanfaatkan konsep-konsep bahasa, organisasi dapat menghadapi tantangan kompleks dengan cara yang lebih sistematis dan adaptif.

Dengan demikian, integrasi prinsip Hermeneutika dalam manajemen dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif dan relevan terhadap dinamika yang terus berubah dalam lingkungan bisnis dan organisasional saat ini. Bersambung....

By. Samuel – Media Center San Agustin.

Halaman:

Tags

Terkini