PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kebakaran besar melanda bangunan kos dan tempat usaha fotokopi di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin, 24 Agustus 2026 dini hari.
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Jejak Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu hingga Jadi Tersangka
Kabar kebakaran itu turut menjadi perhatian di media sosial. Dalam unggahan Instagram @warungjurnalis pada Senin, 24 Agustus 2026, disebutkan bahwa kebakaran melanda bangunan kos dan ruko fotokopi di Tebet.
“Kos-kosan dan ruko fotokopi terbakar di Tebet Jaksel, 4 orang meninggal dunia,” tulis akun tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan sumber api yang berasal dari ruang mesin fotokopi.
Lantas, bagaimana kronologi kebakaran yang menewaskan empat orang di kawasan Tebet tersebut?
Korban Berteriak, Asap Masuk ke Kamar
Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 03.15 WIB.
Menurut Asril, seorang saksi sempat mendengar teriakan dari bangunan kos di sebelah. Saat itu, asap kebakaran juga mulai masuk ke dalam kamar saksi.
“Saksi sekitar pukul 03.15 WIB mendengar suara teriakan kebakaran dari kos sebelah dan asap masuk ke dalam kamar kosnya,” kata Asril dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.
Baca Juga: Idealisme Saja Tak Cukup, Pers Juga Butuh Bisnis yang Sehat
Api Diduga Berasal dari Ruang Fotokopi
Asril menyebut sumber api diduga berasal dari bagian bawah ruang mesin fotokopi yang berada di bangunan sebelah.
“Dugaan api terjadi dari bagian kos sebelah dari bagian bawah ruang mesin fotokopi,” ungkapnya.
Tags
Artikel Terkait
-
Idealisme Saja Tak Cukup, Pers Juga Butuh Bisnis yang Sehat
-
Jejak Kasus Dugaan Penipuan Ruben Onsu hingga Jadi Tersangka
-
Seniman Ketoprak Bantul Sarjiyono alias Mbetut Meninggal Dunia Usai Ambruk di Panggung
-
Siswa SMP di Jambi Meninggal Usai Duel, Polisi Amankan Pelajar 13 Tahun
-
Kebakaran Hanguskan 129 Rumah di Kampung Adat Sade Lombok, 320 Warga Terdampak
-
Karhutla Datang, Jangan Jadikan Peladang Menantang