PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Bang Japar sekaligus Anggota DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan kedamaian Jakarta.
Menurut Fahira, komitmen tersebut merupakan bagian dari identitas, sejarah, serta garis pengabdian Bang Japar. Upaya menjaga Jakarta, kata dia, tidak hanya dilakukan melalui penguatan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan pendampingan, pemberdayaan, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Baca Juga: Kebakaran Pasar Sungai Duri Hanguskan 50 Ruko, Kerugian Capai Rp70 Miliar
“Bang Japar meneguhkan komitmen Jaga Jakarta. Bagi kami, menjaga Jakarta berarti menjaga masyarakatnya, persatuannya, lingkungannya, fasilitas publiknya, serta memastikan warga merasa aman, terbantu, dan tidak sendirian ketika menghadapi persoalan. Jakarta adalah rumah kita bersama, sehingga harus kita rawat dengan kepedulian, persaudaraan, dan cara-cara yang damai,” ujar Fahira dalam konferensi pers Bang Japar Jaga Jakarta di Markas Komando Pusat Bang Japar, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Jaga Jakarta Lewat Pemberdayaan Masyarakat
Fahira mengatakan, komitmen Jaga Jakarta merupakan salah satu bentuk nyata dari garis perjuangan Bang Japar, yakni “Berbuat dan Bermanfaat”.
Menurutnya, menjaga sebuah kota tidak cukup dimaknai sebagai upaya mengamankan wilayah. Menjaga Jakarta juga berarti membantu masyarakat memperoleh keadilan, membuka akses layanan kesehatan, memperkuat ekonomi keluarga, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, serta merawat kehidupan sosial dan keagamaan.
Sebagai bagian dari penguatan komitmen tersebut, Bang Japar akan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta untuk mengikuti Apel Siaga Jaga Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Bagi Fahira, keterlibatan Bang Japar dalam kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kiprah organisasi dalam menjaga masyarakat, lingkungan, fasilitas publik, persatuan, dan kedamaian Jakarta.
Ia menegaskan, Apel Siaga Jaga Jakarta tidak ditujukan untuk berhadapan dengan pihak atau kelompok tertentu.
“Apel Siaga Jaga Jakarta bukan gerakan untuk membangun ketegangan dan bukan mobilisasi untuk melawan siapa pun. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mengingatkan bahwa Jakarta merupakan rumah kita semua. Rumah ini harus dijaga dengan gotong royong, dialog, ketertiban, dan semangat persaudaraan,” jelasnya.
Baca Juga: Ayah Kandung Jadi Tersangka, Begini Sikap MRP Sebelum Kasus Kematian Julia Terungkap
Ajak Warga Tak Terprovokasi
Fahira juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, potongan video tanpa konteks, maupun ajakan di media sosial yang berpotensi memicu kemarahan, kebencian, perusakan, dan konflik antarmasyarakat.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tidak boleh kehilangan persaudaraan. Mari menjaga ruang demokrasi tetap sehat, damai, tertib, dan beradab,” ungkap Fahira.
Tags
Artikel Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia, 108 Sekolah di Sarawak Ditutup
-
Mahasiswi UT Palembang Tewas Diduga Jadi Korban Begal, Motor Raib
-
Kabut Asap Karhutla Kepung Kalimantan, Pengendara Saling Adu Klakson
-
Ayah Kandung Jadi Tersangka Kematian Bocah Disabilitas di Merauke
-
Aliansi Masyarakat Jakarta Ajak Warga Jaga Kondusivitas Ibu Kota
-
Ketua Panitia: Pelantikan Pengurus Inkai Kota Pontianak Jadi Momentum Perkuat Organisasi dan Prestasi