PONTIANAKGLOBE.COM, SURABAYA -- Viral di media sosial kisah seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengaku kesulitan mendapatkan beasiswa hingga khawatir tidak dapat melanjutkan kuliah akibat persoalan data desil kesejahteraan.
Mahasiswi semester 3 bernama Diandrea Fristi Esfandiari Zulkarnain itu mengungkapkan dirinya kesulitan mendapatkan Beasiswa BeSMART.
Baca Juga: BPIH 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107,3 Juta, tapi Bipih Jemaah Turun
Padahal, menurut Diandrea, persyaratan akademiknya telah terpenuhi. Namun, ia terkendala data desil yang tercatat dalam laman resmi BeSMART, yakni berada di kelompok desil 6-10.
Data Desil Berubah dari 2 Menjadi 6-10
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji yang menemui Diandrea.
Kepada Armuji, mahasiswi yang akrab disapa Drea itu menceritakan adanya perbedaan data desil antara laman BeSMART dan data Kementerian Sosial (Kemensos).
“Awalnya KIP-K Unesa tidak bisa menerima mandiri, jadi akhirnya saya cari beasiswa BeSMART tersebut. Pada semester 1, Alhamdulillah IPK saya 4, saya berharap saya keterima (beasiswa), tapi ternyata enggak,” ujar Drea dalam video yang diunggah Armuji melalui akun Instagram @cakj1, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
Drea kemudian kembali mencoba mendaftar beasiswa pada semester berikutnya.
“Terus saya daftar lagi yang di semester 2, tapi IPK saya turun jadi 3,95. Itu kan ada desilnya, Pak. Saya cek dulu di Cek Bansos karena ada postingannya Bu Meme suruh cek dulu, saya cek, desil saya 2, sesuai syarat,” lanjutnya.
“Cuma, di web BeSMART-nya ini tiba-tiba desilnya jadi 6-10, terus saya bingung harus gimana,” imbuhnya.
Setelah mengurus data tersebut ke Dinas Sosial, Drea mengaku akhirnya dapat melanjutkan proses pendaftaran beasiswa meski data desil pada laman BeSMART masih tercatat 6-10.
Baca Juga: Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun dengan Aksi Sosial dan Perluasan Usaha
“Waktu memasukkan NIK orang tua, masih tetap desil 6-10, tapi Alhamdulillah bisa ke tahap berikutnya,” ungkap mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut.
Masih Berstatus Pelajar, tetapi Tercatat sebagai Karyawati