daily-vibes

Kondisi Labuan Bajo Usai Gempa M7,7, Warga Ungkap Air Laut Sempat Surut

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. (Threads/maulidyamrn)

PONTIANAKGLOBE.COM, NTT -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, gempa tersebut dipicu aktivitas sesar naik busur belakang Flores.

Baca Juga: CCTV Viral, Dua Anggota Satpol PP Aceh Utara Diperiksa Terkait Dugaan Pengambilan Rokok Sitaan

Guncangan gempa membuat sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Kepanikan juga terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo.

Salah satu momen kepanikan terekam dalam video yang beredar di media sosial. Sejumlah pengunjung hotel di Labuan Bajo terlihat berlarian keluar saat gempa mengguncang.

Tiga video mengenai situasi tersebut diunggah akun Threads @maulidyamrn. Dalam rekaman itu, para tamu hotel terlihat bergegas meninggalkan kamar dan berkumpul di area lobi untuk mencari lokasi yang dianggap lebih aman.

Pengunggah juga memperlihatkan kondisi laut yang berada di sekitar hotel tempatnya menginap. Ia menyebut permukaan air laut sempat mengalami penyurutan setelah gempa susulan terjadi.

“Gempa di Labuan Bajo. Sebelum ada gempa susulan, air laut belum surut, begitu gempa susulan berlanjut air laut mulai surut. Stay safe everyone!” tulisnya dalam keterangan unggahan.

Baca Juga: Dapur MBG di Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Luka

Ia kemudian menambahkan bahwa kondisi tersebut berbeda dengan situasi beberapa saat sebelumnya.

“Tadi pagi masih enggak surut lho divideoin, sumpah ini langsung surut,” lanjutnya.

Gempa Susulan Masih Terasa

Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun mengungkapkan bahwa sejumlah gempa susulan masih dirasakan.

Petugas Basarnas juga disebut telah mendatangi hotel tempat ia menginap untuk memberikan arahan kepada para pengunjung agar menuju lokasi yang lebih aman, terutama kawasan dengan dataran lebih tinggi.

“Gempa susulan masih terus berlanjut, air laut pasang surut dan tadi pihak Basarnas juga sudah datang ke hotel tempat aku stay (Katamaran) memberi arahan untuk berlindung ke arah utara dan naik ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB