Kondisi Labuan Bajo Usai Gempa M7,7, Warga Ungkap Air Laut Sempat Surut

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. (Threads/maulidyamrn)
Kondisi air laut di Labuan Bajo yang sempat surut usai terjadi gempa NTT M 7,7 pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. (Threads/maulidyamrn)

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan bagi warga maupun wisatawan yang berada di Labuan Bajo.

“Terimakasih warga yg sudah mendoakan kami disini, semoga kita selalu dilindungi dimanapun kita berada,” sambungnya.

Baca Juga: Pria Ketahuan Rekam Diam-diam Penumpang Perempuan di KRL Stasiun Sudirman

Dalam video lainnya, pengunggah kembali memperlihatkan kondisi laut dan menyebut air sempat mengalami kenaikan sebelum kembali surut.

BMKG Akhiri Peringatan Tsunami

BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan setelah gempa telah berakhir. Sebelumnya, BMKG melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah 1 meter di sejumlah wilayah.

“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BMKG melaporkan episenter gempa berada pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Gempa tercatat memiliki kedalaman 10 kilometer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X