PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perbincangan mengenai konsumsi telur ayam tengah ramai di media sosial. Bukan soal harga, melainkan anggapan bahwa makan telur dalam jumlah banyak dapat menyebabkan bisul.
Isu tersebut mencuat setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menceritakan pengalaman masa kecilnya saat mengonsumsi telur dalam jumlah banyak hingga mengalami bisul.
Pernyataan itu kemudian memicu beragam tanggapan, salah satunya dari dokter umum sekaligus konten kreator edukasi gizi, nutrisi, dan kebugaran, Dion Haryadi.
Dokter: Bisul Bukan Disebabkan Makan Telur
Melalui video yang diunggah di media sosial pada Jumat (24/7/2026), dokter Dion meluruskan anggapan bahwa konsumsi telur menjadi penyebab munculnya bisul.
"Izin meluruskan, ini sebenarnya hal kecil aja, tapi takutnya orang jadi salah paham, ngirain makan telur banyak itu bikin bisul," ujarnya.
Menurut Dion, bisul umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit, bukan karena mengonsumsi telur.
"Sebenarnya bisul itu disebabkan infeksi bakteri kulit. Jadi, lebih banyak berhubungan dengan kebersihan tubuh, bukan makan telur kebanyakan," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila seseorang mengalami keluhan seperti gatal setelah mengonsumsi telur, kondisi tersebut lebih mungkin merupakan reaksi alergi daripada bisul.
"Kalau ada gatal-gatal setelah makan telur, mungkin bukan bisul, tapi alergi dan harus cek ke dokter untuk pemeriksaan," katanya.
Baca Juga: DPR dan Pemerintah Finalisasi Perpres Ojol, Aturan Ditargetkan Terbit Pekan Depan
Telur Merupakan Sumber Gizi yang Baik
Dion menegaskan telur merupakan salah satu bahan pangan yang padat gizi dan baik dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
"Ini saya izin ngelurusin karena kasihan sama telur yang sering dikambinghitamkan sebagai penyebab bisul," ujarnya.