"Padahal telur itu adalah salah satu bahan makanan yang padat gizi, rasanya enak, gampang diolah. Jadi, jangan disalahkan, jangan dikambinghitamkan," lanjutnya.
Perbincangan mengenai telur bermula saat Sudaryono berbagi kisah masa kecilnya usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Ia menceritakan tumbuh di Grobogan, Jawa Tengah, dalam keluarga yang memelihara ayam sehingga telur menjadi salah satu sumber gizi utama semasa kecil.
"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi," kata Sudaryono.
Ia kemudian menambahkan bahwa dirinya sempat mengalami bisul saat kecil.
"Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara, sampai maaf bisulan di mana-mana," ujarnya.
Sudaryono juga mengatakan konsumsi telur menjadi pilihan karena pada masa itu ikan relatif sulit diperoleh di daerah tempat tinggalnya yang jauh dari pesisir.
"Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai. Dan efeknya dengan memberikan gizi, bisa menyerap ekonomi lokal," tuturnya.
Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan saat ini menjalani perawatan medis di luar negeri. ***
Artikel Terkait
INKAI Kota Pontianak Matangkan Persiapan Karateka Hadapi Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat Zone II Kalimantan
Heriyadi Rekomendasikan Karateka INKAI Kota Pontianak Ikuti UKT Zona II Kalimantan
Profil Brigjen TNI Mar Yustinus Rudiman, Jenderal Siber Berdarah Dayak Kebanggaan Kalbar
Wilmar Kalimantan Barat Perkenalkan Cantigi Coffee, Kopi Robusta Asal Pahauman, dalam Rakor Forum TSLP Landak 2026
Kampanye '1000 Hati' di CFD Jakarta Suarakan Hak Anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua
Seribu Hati Dibagikan di CFD Jakarta, Mengingatkan Publik pada Anak-anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua