daily-vibes

Viral Cekcok Pengemudi Alphard dan Satpam di Bundaran HI, Polisi Dalami Dugaan Korban Dipaksa Bersujud

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:05 WIB
Menyoroti kronologi viralnya video dugaan satpam dipaksa bersujud usai tegur sopir Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Video rekaman CCTV yang memperlihatkan cekcok antara pengemudi mobil Toyota Alphard dan seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Video yang diunggah akun Instagram @undercover.id pada Jumat, 24 Juli 2026, memperlihatkan insiden yang diduga bermula saat satpam membantu pejalan kaki menyeberang di zebra cross ketika lampu penyeberangan sedang menyala hijau.

Baca Juga: Nanik S Deyang Ungkap Tekanan Berat saat Pimpin BGN: Akui Ada Kekacauan hingga Trauma Kelola Anggaran Negara

Dalam narasi unggahan tersebut, pengemudi Alphard berpelat D 1828 XHQ diduga tetap melaju dan menerobos jalur penyeberangan sehingga mendapat teguran dari petugas keamanan.

"Lagi rame nyebrang di Halte HI Transjakarta, posisi lampu hijau buat pejalan kaki. Security bantu yang nyebrang, mobil Alphard hitam D 1828 XHQ nerobos pejalan kaki," tulis akun tersebut.

Setelah ditegur, pengemudi dan beberapa orang yang berada di dalam mobil disebut turun dan terlibat adu mulut dengan petugas keamanan.

"Ditegurlah dengan security dengan cara digeplak mobilnya. Pemilik mobil tak terima, mereka turun dari mobil bawa security masuk ke dalam pos (polisi)," lanjut narasi unggahan tersebut.

Satpam Mengaku Bersujud Meminta Maaf

Dalam narasi yang beredar, pengemudi Alphard juga diduga sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) untuk mengintimidasi petugas keamanan.

Selain itu, muncul pula dugaan bahwa satpam tersebut dipaksa bersujud meminta maaf.

Menanggapi hal itu, Victor Harefa yang merupakan petugas keamanan dalam insiden tersebut memberikan klarifikasi melalui sebuah video.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," ujar Victor.

Baca Juga: Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Nanik S Deyang Ungkap Alasan Mundur karena Sakit Jantung dan Stres Berat

Ia juga mengaku menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran dalam menjalankan tugas.

"Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini