daily-vibes

Ekspor Olahan Nikel dan Sawit Topang Surplus Neraca Perdagangan Nonmigas RI Capai USD 16,31 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 | 06:05 WIB
Tandan kelapa sawit yang akan diolah sebagai CPO (Sumber foto: Dinas Perkebunan Kalimantan Timur)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Neraca perdagangan nonmigas Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari–Mei 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus mencapai USD 16,31 miliar, ditopang oleh pertumbuhan ekspor produk industri pengolahan, terutama olahan nikel dan minyak kelapa sawit.

Baca Juga: Kejagung Ungkap Keterlibatan Perwira TNI Aktif dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor nonmigas pada lima bulan pertama 2026 mencapai USD 110,19 miliar, meningkat 3,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusinya terhadap total ekspor nasional juga naik menjadi 95,52 persen, lebih tinggi dibandingkan 94,71 persen pada periode yang sama tahun 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor nonmigas masih melampaui impor yang tercatat sebesar USD 93,88 miliar.

"Surplus neraca perdagangan nonmigas hingga Mei 2026 didorong oleh kinerja positif ekspor yang mencapai USD 110,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan total impor sebesar USD 93,88 miliar," kata Amalia dalam keterangannya, Rabu (1/7).

Menurutnya, sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nonmigas.

Hingga Mei 2026, nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 94,62 miliar, naik 6,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk olahan nikel menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan nilai ekspor USD 5,41 miliar, melonjak 61,06 persen secara tahunan.

Baca Juga: Kejagung Tetapkan Polisi Aktif di BGN Jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Program MBG

Sementara itu, ekspor minyak kelapa sawit mencapai USD 11,50 miliar, atau meningkat 8,58 persen.

Kenaikan juga terjadi pada ekspor kimia dasar organik berbasis hasil pertanian yang mencapai USD 4,99 miliar atau tumbuh 21,39 persen, serta kimia dasar anorganik lainnya sebesar USD 1,38 miliar, meningkat 84,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pasar tujuan, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai USD 28,54 miliar, naik 17,68 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.

Ekspor juga meningkat ke sejumlah mitra dagang utama lainnya, yakni Amerika Serikat sebesar USD 12,73 miliar atau tumbuh 5,13 persen, India sebesar USD 7,43 miliar atau naik 1,96 persen, kawasan ASEAN sebesar USD 22,13 miliar atau meningkat 3,03 persen, serta Uni Eropa sebesar USD 7,99 miliar atau bertambah 2,93 persen.

Halaman:

Tags

Terkini