daily-vibes

Enam Tokoh Maritim Indonesia Rampungkan Program IVLP Kedubes AS Bahas Penegakan Kedaulatan Maritim

Kamis, 2 Juli 2026 | 21:08 WIB
Sebanyak enam peserta asal Indonesia yang terdiri atas pejabat pemerintah, pengamat kebijakan, serta jurnalis senior di bidang kemaritiman berhasil menyelesaikan program International Visitor Leadership Program (IVLP) bertema "Maritime Sovereignty Enforcement" yang diselenggarakan Kedutaan Besar Ame (Kedubes AS di Jakarta)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Sebanyak enam peserta asal Indonesia yang terdiri atas pejabat pemerintah, pengamat kebijakan, serta jurnalis senior di bidang kemaritiman berhasil menyelesaikan program International Visitor Leadership Program (IVLP) bertema "Maritime Sovereignty Enforcement" yang diselenggarakan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Program pertukaran profesional tersebut berlangsung selama tiga pekan, mulai 6 hingga 27 Juni 2026.

Selama mengikuti kegiatan, para peserta mengunjungi lima negara bagian di Amerika Serikat, yakni Washington, DC, Massachusetts, Maine, Louisiana, dan Hawaii.

Mereka berkesempatan berdialog langsung dengan berbagai lembaga pemerintah, akademisi, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil guna memperdalam pemahaman mengenai tata kelola maritim, keamanan kawasan Indo-Pasifik, ilmu kelautan, hukum laut, diplomasi energi, dan industri pertahanan.

Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jamie Ravetz, menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu mitra utama AS di kawasan Indo-Pasifik.

Menurutnya, keamanan wilayah perairan Indonesia merupakan bagian penting dari stabilitas kawasan secara keseluruhan.

Ia mengatakan, penguatan kapasitas tata kelola maritim Indonesia akan berdampak positif terhadap terciptanya jalur pelayaran yang lebih aman, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang semakin stabil dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Dalam rangkaian program tersebut, para peserta juga mengunjungi sejumlah institusi bergengsi seperti Pentagon, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Fletcher School di Universitas Tufts, Woods Hole Oceanographic Institution, Bollinger Shipyards, Tulane Maritime Law Center, hingga Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat.

Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Monumen Nasional Pearl Harbor di Honolulu, Hawaii.

Salah seorang peserta, Erik Purnama Putra yang merupakan jurnalis sekaligus pendiri Indonesia Strategic Defense and Studies (ISDS), mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga selama mengikuti IVLP.

Menurutnya, selain memperoleh kesempatan menjelajahi sejumlah kota di lima negara bagian Amerika Serikat, interaksi langsung dengan berbagai institusi dan komunitas setempat memberikan wawasan yang sulit diperoleh melalui sumber lain.

IVLP sendiri merupakan program pertukaran profesional unggulan yang dikelola oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Program ini dirancang untuk mempertemukan para pemimpin maupun calon pemimpin dari berbagai negara dengan masyarakat Amerika melalui kunjungan profesional jangka pendek, sekaligus membangun jejaring kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Setiap tahunnya, sekitar 4.000 peserta dari berbagai belahan dunia mengikuti program ini.

Hingga kini, lebih dari 2.900 warga Indonesia telah menjadi bagian dari jaringan alumni IVLP yang tersebar di berbagai sektor strategis. ***

Tags

Terkini