daily-vibes

Kemhan Hentikan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Latihan Menembak Dihapus

Kamis, 2 Juli 2026 | 08:05 WIB
Kemhan menghentikan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi para calon manajer Kopdes-KNMP usai ramainya kontroversi di media sosial. (Instagram.com/@suaraakarrumputt)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan program tersebut kini dialihkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan," kata Rico dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Tabrakan Maut di Simpang Unisma Bekasi: Truk Diduga Alami Rem Blong, Korban Bergelimpangan

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi," lanjutnya.

Latihan Menembak Dihapus

Perubahan tersebut dilakukan setelah program latsarmil menuai berbagai sorotan publik.

Salah satunya terkait laporan meninggalnya lima peserta di sejumlah satuan pendidikan (Satdik) TNI selama mengikuti pelatihan.

Selain itu, publik juga mempertanyakan relevansi latihan dasar militer bagi calon pengelola koperasi.

Sorotan semakin menguat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan peserta mengikuti latihan menembak menggunakan senjata.

Unggahan yang beredar di Instagram pada Rabu (1/7/2026) itu memicu kritik karena pelatihan dinilai terlalu bernuansa militer untuk calon manajer koperasi.

Menanggapi hal tersebut, Kemhan memastikan materi yang bersifat taktis dan teknis militer akan dikurangi, termasuk latihan menembak.

Baca Juga: Jejak Laka di Simpang Unisma Bekasi: Sebelum Tabrakan Beruntun Truk Wing Box, Kontainer Pernah Terperosok

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi," ujar Rico.

"Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini