PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat (TH) terhadap kekasihnya, YTR, menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai bahaya hubungan toxic.
Kasus yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, itu kini masih didalami Polda Jawa Barat. Penyidik telah melakukan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP) dan menjadwalkan rekonstruksi lanjutan pada 2 Juli 2026 untuk mengungkap rangkaian dugaan kekerasan yang terjadi.
Baca Juga: Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy
Di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut, Psikolog Joyce Manurung, M.Psi., membagikan sejumlah cara mengenali sekaligus keluar dari hubungan yang tidak sehat agar peristiwa serupa tidak terulang.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Rumpi No Secret, Rabu (1/7/2026).
Siklus Hubungan Toxic
Menurut Joyce, hubungan yang diwarnai kekerasan umumnya terjadi dalam pola yang terus berulang.
Ia menjelaskan, hubungan toxic biasanya diawali dengan fase tension building atau meningkatnya ketegangan, kemudian berlanjut pada fase kekerasan.
Setelah itu, pelaku biasanya memasuki fase honeymoon, yakni kembali bersikap baik dan penuh perhatian sehingga korban kerap memilih bertahan.
"Umumnya diakhiri dengan fase honeymoon, di mana pelaku kembali bersikap manis," ujar Joyce.
Pola tersebut, menurutnya, membuat banyak korban sulit menyadari bahwa mereka berada dalam hubungan yang berbahaya.
Baca Juga: 4 Fakta Ihwal Skandal Penjualan Anak di Tangerang, sang Ibu Diduga Sempat Tetapkan Mahar Rp14 Juta
Kenali Tanda Bahaya dan Berani Pergi
Dalam kesempatan itu, pembawa acara Feni Rose menanyakan langkah yang sebaiknya dilakukan ketika seseorang mulai melihat tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.
Joyce menyarankan agar setiap orang belajar mengenali perubahan perilaku pasangan sejak dini.